Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK, menyampaikan amanat dalam upacara di Lapangan Apel Polres, Senin (14/10).

DOMPU, Lakeynews.com – Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Dompu, diprediksi rawan perjudian dan politik uang (money politics). Kerawanan itu terjadi terutama menjelang dan pada hari “H” pencoblosan, 12 November mendatang.

Karena itu, para pihak terkait dituntut memaksimalkan perannya. Baik dalam melakukan sosialisasi dan edukasi maupun pencegahan, antisipasi dan tindakan.

Seiring dengan itu, Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK, pun secara dini mengingatkan anggota di jajarannya. “Saya berharap kepada seluruh anggota Polres Dompu agar memonitor dengan baik pada saat hari pencoblosan,” imbuh Erwin.

“Karena sangat rawan adanya perjudian. Dan, hal tersebut bisa menimbulkan kerawanan yang besar,” sambung Erwin.

Hal tersebut disampaikan Erwin dalam amanatnya ketika memimpin Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tiga anggota yang tidak melaksanakan tugas dengan baik dan pemberian reward kepada personel berprestasi, di Lapangan Apel Polres, Senin (14/10).

Pernyataan Kapolres tersebut diperkuat Kasubbag Humas Polres IPTU Sabri, SH. Dia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kerap terjadi keributan hingga tindakan perusakan dan pembakaran dari pihak calon yang kalah.

“Merasa karena banyak uang yang habis, mereka bikin keributan. Kita harapkan semua pihak, calon kepala desa, tim sukses dan pendukung, serta masyarakat, agar mengikuti aturan yang berlaku,” tandas Sabri.

“Mari kita jalani Pilkades sesuai aturan dan ketentuan. Jangan memaksakan kehendak. Menang atau kalah, itu biasa,” sambung Sabri pada Lakeynews.com, malam ini. (tim)