
Dikes Sosialisasi dan Bagikan Obat ke SMP dan SMA
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.MKes mengatakan, kasus Stunting di daerah ini mengalami penurunan lima persen. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) 2018, kasus Stunting menurun dari 38,2 persen menjadi 33,2 persen.
Menurut definisinya, “Stunting adalah kondisi yang ditandai tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal pada usianya. Ini merupakan masalah gizi yang erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan buah hati.”
Atau, “Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.”
Menurut wanita yang akrab disapa Umi Iris, untuk mencegah Stunting yang berkelanjutan, Dikes rutin melakukan sosialisasi. Seperti yang dilakukan pada September lalu. Saat itu, bersama Bupati, pihak Polres dan Kodim 1614/Dompu, Dikes turun ke sekolah-sekolah.
“Kami melakukan sosialisasi tentang bahaya Stunting dan memberikan tablet penambah darah kepada para siswa SMP dan SMA,” jelas Umi Iris pada Lakeynews.com di ruang kerjanya, beberapa hari lalu.
Dijelaskan, tablet penambah darah itu langsung dimasukan ke mulut siswa. “Hal ini kami lakukan untuk mencegah adanya masalah Stunting,” ungkap Umi Iris.
Kadikes juga menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA) Dompu untuk melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Termasuk penyuluhan terhadap calon suami dan istri pra nikah.
“Kami juga melakukan pemeriksaan kehamilan, imunisasi, memberikan obat-obat penambah darah,” tandas Umi Iris. (rom)
