
DOMPU, Lakeynews.com – Anggota DPRD Dompu asal Kecamatan Hu’u Iskandar, S.Pd, meminta kepada Pemkab Dompu untuk mewujudkan tiga hal di kawasan wisata Lakey (Hu’u).
Ketiga hal untuk menggairahkan dunia pariwisata Lakey, menurutnya, lembaga kursus bahasa asing gratis bagi generasi muda, rutin menggelar event, serta pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mobil sampah.
“Tiga hal itu yang paling urgen diwujudkan oleh Pemkab Dompu agar pariwisata Lakey khususnya, Kecamatan Hu’u umumnya lebih maju,” kata pria yang akra disapa PAS Dompu itu pada Lakeynews.com.
Bagaimana spesifiknya?
Pentingnya lembaga kursus bahasa asing, terutama bahasa Inggris misalnya. Menurut Iskandar, bagaimana peran pemerintah daerah bisa menyediakan lembaga kursus gratis.
Dengan adanya tempat kursus yang biayanya ditanggung pemerintah, anak-anak dan generasi muda di sana yang tadinya menganggur mempunyai keterampilan berbahasa asing.
“Mereka yang berselancar tak hanya bermain di pantai. Tapi, juga bisa mendalam ilmu pengetahuan,” tandasnya.
“Dengan adanya kesibukan kursus, mereka tidak terjerumus Narkoba, Tawon Liar, dan lainnya,” sambung Iskandar.
Keterampilan bahasa asing yang dimiliki, lanjut ayah tiga anak ini, akan berguna dalam berkomunikasi dengan bule-bule dan menjadi guide-nya.
“Intinya, bagaimana anak-anak Hu’u bisa belajar gratis dan pintar berbahasa Inggris,” tegas Iskandar.
Maju Mundurnya Pariwisata Tergantung Event
Lebih jauh dijelaskan Iskandar, maju mundurnya sektor pariwisata parawisata itu tergantung dari eventnya. Disamping faktor pendukung lainnya, seperti pemenuhan sarana prasana penunjang, akses dan keamanan.
“Untuk memajukan pariwisata Lakey, harus lebih banyak kegiatan yang diadakan di sana,” tandas wakil rakyat dari Partai keadilan Sejahtera itu.
Iskandar juga mengaku heran dan mempertanyakan sikap pihak terkait di Dompu yang cenderung menciptakan wisata baru, sedangkan ada wisata yang sudah mendunia lebih dulu tapi tidak digarap maksimal.
“Misalnya Lakey. Itu termasuk kawasan wisata yang lebih dulu ada di Pulau Sumbawa,” tegasnya.
Menurut dia, Lakey mempunyai nilai tawar bagus, baik gelombang (ombak)-nya maupun panorama alam yang menakjubkan. Bule-bule dari berbagai negara lebih memilih Lakey, karena Lakey memiliki daya tarik tersendiri.
“Sumber daya alam Lakey ini bagus, tersedia dengan baik dan natural. Kenapa kita tidak bisa memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik dan maksimal,” ujarnya dengan nada tanya.
Terkait kail ini, pemerintah diminta hadir saat ini agar bisa membuat kebijakan yang strategis. Bagaimana di Lakey bisa diadakan dan diperbanyak event-nya.
Apalagi sekarang zaman digital. Tamu-tamu mancanegara cukup mencari dan mengklik Lakey, langsung tahu agenda kegiatan yang diadakan nantinya.

“Kedepan, perlu diperbanyak event di Lakey agar tamu-tamu dari luar negeri maupun domestik berlomba-lomba datang ke sana,” imbuhnya.
Iskandar berharap sekali pemerintah daerah menetapkan kebijakan strategis. Pemkab Dompu maupun Pemprov NTB diminta menjadikan objek wisata Lakey sebagaimana diharapkan masyarakat hari ini.
Potensi pariwisata di Lakey, dinilainya luar biasa jika dibanding potensi yang lain. “Konon, di Lakey ini tempat berselancar terbaik nomor dua di dunia,” cetusnya.
Membutuhkan TPA dan Mobil Sampah
Selain kursus bahasa asing gratis dan memperbanyak event, di wilayah Kecamatan Hu’u sangat membutuhkan TPA.
Soal alternatif lokasinya, Iskandar mempunyai usulan. Di sekitar jalan kembar Lakey, ada tanah tutupan negara yang bisa dijadikan TPA. “Tentunya harus minta izin kepada pemerintah,” tandasnya.
Saat ini, warga Kecamatan Hu’u kekurangan TPA. Lebih-lebih hotel yang rata-rata punya tamu bule-bule.
“Pemerintah harus bisa memperhatikan hal ini. Perlu juga disediakan juga mobil sampah di sana,” usulnya. (zar)
