Kepala SMKN 1 Woja Slamet Sisubali, MM.Pd didampingi salah seorang guru otomotif memperlihatkan sembilan unit mesin baru bantuan dari Pemprov NTB. (ady/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – SMKN 1 Woja mendapat bantuan sembilan unit mesin praktik siswa jurusan Teknik Permesinan. Tujuh unit diantaranya, mesin manual. Sementara dua unit lainnya, mesin digital (komputer).

“Sembilan unit mesin ini nilainya Rp. 1,2 miliar,” kata Kepala SMKN 1 Woja Slamet Sisubali, MM.Pd pada Lakeynews.com, Rabu (9/10).

Dikatakannya, bantuan tersebut bersumber dari DAK Provinsi NTB 2019. “Bantuan yang diberikan berupa dua mesin bubut konvesional, empat mesin frais dan dua set mesin CNC terbaru,” jelasnya.

Pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. Harapannya, para siswa dapat lebih gigih belajar, karena banyak peluang yang sudah disiapkan untuk bekerja.

“Mesin ini adalah standar pendidikan nasional untuk jurusan teknik pemesinan. Tentunya, akan sangat berguna untuk praktikum siswa jurusan tersebut,” jelas pria berkacamata ini.

Menurutnya, bantuan ini telah lama diidam-idamkan untuk memenuhi standar nasional. Karena, setiap Lomba Karya Siswa (LKS), siswanya sering ketinggalan jauh dari SMK lain di tingkat nasional. “Alhamdulillah hampir 20 tahun bermimpi, akhirnya baru tahun ini kesampaian. Bahkan, langsung yang besar dan canggih,” ucapnya.

Awalnya, pihak SMKN 1 Woja berencana membeli sendiri mesin semacam ini. Mesin mini harganya sekitar Rp. 5 jutaan. “Ini akan menjadi modal besar untuk kemajuan sekolah dan SDM yang dihasilkan nantinya. Outputnya jelas kita tidak akan ketinggalan dan diketawai daerah lain,” beber Mantan Kepala SMKN 1 Huu ini.

Guna mendapatkan bantuan tersebut, kata Slamet, pihaknya diuji dan di survey kelayakaan oleh pihak Dikpora provinsi. “Tiga kali tim turun mewawancara dan mendokumentasikan sejumlah indikator. Seperti kelayakan sekolah, keaktifan siswa, KBM (kegiatan belajar mengajar) dan gudang alat,” cetus pria yang baru satu tahun memimpin sekolah ini.

Setelah itu, pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian dan menyiapkan sejumlah sarana pendukung berupa ruangan yang representatif, listrik, komputer, AC dan mesin kompresor. “Lebih kurang kami habiskan Rp. 100 juta untuk menyiapkan semua itu,” akunya.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan, di NTB alat ini hanya dimiliki empat sekolah; SMKN 2 Kuripan (Lombok Barat), SMKN 1 Selong (Lombok Timur), SMKN 1 Taliwang (Sumbawa barat) dan SMKN 1 Woja (Kabupaten Dompu). “Jadi di Dompu dan Bima itu hanya ada disini satu-satunya,” tandasnya.

Slamet menambahkan, saat ini sekolah yang awalnya dikenal STM ini terdapat delapan jurusan. Yakni Jurusan Tenik Pemesinan, Teknik Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (TPIB), Teknik Otomotif (kendaraan ringan), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputerisasi Jaringan (TKJ), Teknik Pengelasan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Holti, serta Jurusan Peternakan. “Jumlah siswa kami saat ini 537 orang. Yang paling banyak, jurusan mesin dan otomotif,” paparnya. (ady)