Meski pihak DLH mengerahkan puluhan truk dan kontainer sampah tiap hari, nyatanya sampah masih menumpuk dan berserakan di mana-mana. (zar/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kabid Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu Muhamad Syarifudin, ST, mengklaim tiap hari pihaknya mengoperasikan puluhan truk dan kontainer sampah.

Pengerahan armada maupun fasilitas yang begitu banyak setiap hati tersebut, untuk menangani masalah sampah dalam wilayah kota dan beberapa kecamatan di daerah ini.

“Setiap hari ada 10 armada truk dan 32 kontainer sampah yang kami operasikan,” kata Syarifudin pada Lakeynews.com di ruangan kerjanya, Senin (7/10).

Masalah sampah di kota Dompu dan sekitarnya ini seakan-akan tidak pernah habisnya dibahas. Pasalnya, tumpukannya makin tampak di sejumlah permukaan dan pinggir jalan.

Antara lain, di ujung timur jembatan, Jalan Pinus. Jembatan itu berada di antara Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu dan Puskesmas Kota Dompu.

Dia menjelaskan, armada dan kontainer tersebut disiagakan pihaknya di titik-titik pembuangan sampah. Fokusnya sekarang di beberapa desa dan kelurahan, baik kota maupun di sekitarnya.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Dompu Muhammad Sarifudin, ST. (romansyah/lakeynews.com)

“Seperti, mulai di Pasar Dompu, Dorotangga, Pasar Wodi (Woja), Manggeasi (Dompu), Pajo, Manggelewa sampai Kecamatan Kempo,” bebernya.

Syarifudin menjelaskan, dalam menangani sampah perkotaan pihaknya telah mengatur jadwal reat. “Jadi, setiap hari itu ada dua reat, jam 10.00-12.00 Wita dan jam 14.00-15.00 Wita. Sementara di pasar, kami menambahkan pada jam malam,” jelasnya.

Disinggung masalah tumpukan sampah di jembatan Jalan Pinus, Syarifudin mengatakan, awalnya pihaknya telah menyediakan dua kontainer di tempat tersebut. Namun, karena ada permintaan pihak Puskesmas yang saat itu sedang melakukan akreditasi, maka dtarik dan dipindah ke tempat lain.

“Kami kemudian memindahkannya di samping Gereja, hingga akhirnya membawa kontainer itu ke pasar,” paparnya.

Pada sisi lain, sebelumnya, pihaknya juga pernah ditegur sekelompok warga Keluharan Dorotangga. Alasannya, keberadaan kontainer sampah tersebut membuat keadaan sekitar menjadi kumuh dan bau.

“Mereka merasa terganggu dengan keberadaan kontainer ini. Karena setiap saat selalu mengeluarkan bau yang tak Sedap. Apalagi kontainer itu dekat jalan,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memasang papan larangan. Namun, karena minimnya kesadaran masyarakat, sampah-sampah pun kembali menumpuk.

“Kami berkerja sama dengan Dikes untuk melakukan sosialisasi pada saat jadwal Posyandu. Kami ajarkan ibu hamil dan menyusui tentang dampak dan bahaya sampah,” tegasnya.

Sayangnya, sampai hari ini, sampah-sampah justru masih terus menggunung dan berserakan di sejumlah titik kota.

Seperti di pojok timur jembatan Jalan Pinus. Selain sampah di sana masih menumpuk, juga makin menusuk aroma tidak sedapnya.

Para pengguna jalan, khususnya sepeda motor, ketika melewati kawasan tersebut, rata-rata menghirup bau busuk yang bersumber dari tumpukan sampah “di belakang” Pendopo Bupati Dompu itu. (ady/rom/yat)