Kabid Pemdes DPMPD Dompu M. Ali, S.Sos, menunjukkan jadwal Pilkades dan hasil akhir seleksi Calon Kades oleh tiga akademi Unram. (ady/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Jelang Pilkades serentak di Kabupaten Dompu pada 12 Oktober mendatang, panitia, Plt Kepala Desa (Kades) beserta perangkat desa diminta bersikap profesional dan netral.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Khaeruddin, SH, melalui Kabid Pemerintah Desa M. Alis, S.Sos saat ditemui Lakeynews.com di ruangan kerjanya, baru-baru ini.

Dikatakannya, panitia harus mampu menunjukkan netralitasnya dalam melaksanakan maupun mengawasi selama prosesi Pilkades berlangsung. “Karena ketika ditemukan keberpihakan pasti akan timbul gejolak dan mengganggu stabilitas keamanan wilayah,” katanya.

Tentunya, kata pria yang akrab disapa Elo ini, dalam setiap kontestasi politik memiliki berpotensi konflik. Untuk itu panitia harus betul-betul berintegritas, adil dan profesional.

Dia mengingatkan agar tidak menjadi partisan atau tergoda dengan sesuatu dari oknum tertentu.

“Kalau panitia melanggar kan ada BPD yang mengawasi dan memutuskan nanti. Tapi kalau BPD yang bermasalah, kita akan langsung berikan pembinaan,” tegasnya.

Ali juga mewarning oknum Plt Kades dan perangkat desa agar tidak bermain-main dengan politik. “Ingat yang bertanggung jawab pada pelaksanaan Pilkades ini bukan hanya panitia, tapi mereka-mereka yang saat ini menjabat ikut bertanggung jawab,” katanya.

Pada setiap kesempatan bertatap muka dengan Plt Kades, perangkat desa dan anggota BPD, hal tersebut selalu disampaikan. “Kami selalu mengingatkan mereka agar menjaga sikap dan perilakunya selama proses Pilkades berjalan. Tetap mengutamakan tugas melayani masyarakat,” bebernya.
Sebelum pengundian nomor urut Calon Kades, panitia tingkat Kabupaten melakukan tahapan seleksi Bakal Calon (Bacalon) Kades. Kegiatan ini melibatkan tiga akademisi dari Universitas Mataram (Unram).

Dari total 37 Bacalon di lima desa yang ikut tes tulis dan wawancara, 11 orang diantaranya dinyatakan gagal atau tak lolos sebagai Cakades pada Pilkades serentak tahun ini.

Mereka terdiri dari, Ratu Arinda dan Muliyadin dari Desa Nangakara. Muhammad Taher, Nurdin, Jainudin, S.Pd dan Ilyas, S.Pd (Desa Soritatanga). Kemudian Fatmah dan H. Kasman (Desa Lepadi), serta Abubakar, S.Sos (Desa Kareke).

Sementara Desa Jambu ditemukan hasil cukup mengejutkan. Bakal calon atas nama Syarifuddin yang sebelumnya digagalkan panitia desa, ternyata lolos dengan nilai tertinggi. Sedangkan dua lawan politiknya yakni Siti Imrah dan Muhammad Hasan kandas pada tahap seleksi.

Sejauh penerbitan hasil seleksi oleh tim independen atas beberapa nama yang gagal mencalonkan diri itu, belum ditemukan reaksi penolakan dan sebagainya. Kalaupun ada, disarankan agar protes tersebut disampaikan pada tim penilai bukan panitia.

“Sebab panitia desa maupun kabupaten hanya mengetahui hasil akhir dari proses yang difasilitasi,” tandasnya. (ady)