
DOMPU, Lakeynews.com – Jamaluddin, pria kelahiran Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, tahun 1975 ini sangat dikenal di Kecamatan Manggelewa dan Kilo, Kabupaten Dompu.
Sejak ikut program transmigrasi tahun 1982 bersama orang tuanya di Desa Tanju, tidak banyak yang mengetahui bahwa pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Dompu Periode 2019-2024 ini pernah menjalani berbagai profesi. Mulai dari tukang ojek, tukang bangunan hingga penjual bakso.
Dia pun dikenal dengan keuletannya, kerja keras, karismatik, jiwa sosial yang tinggi dan mudah bergaul dengan semua kalangan. Sosok ini menjelma menjadi tokoh sentral pembawa perubahan di desanya. Hingga akhirnya, dipercaya memegang jabatan-jabatan strategis dari ketua Remaja Mesjid, ketua Kelompok Tani, ketua BPD, Staf Desa, Kades hingga menjadi Aparatur Negeri Sipil (ASN) di kantor Camat Kilo.
“Saya benar-benar mengawalinya dari nol, semuanya dijalani mengalir seperti air. Kalaupun ada rintangan dan penghalangnya, itu biasa saja. Anggap semuanya sebagai tantangan dan cerita kehidupan,” katanya saat diwawancarai Lakeynews.com di kediamannya, Minggu (6/10).
Saat menapaki karir politik, dirinya selalu total dan terus meningkatkan ketakwaannya kepada Sang Khalik. “Jadi tidak ada rasa ragu dan bimbang, semuanya harus serba maksimal dan yang utama itu adalah ketaatan kita sama Allah SWT,” cetusnya.
Lanjut Jamal, kesuksesan dirinya sebagai wakil rakyat pada Pileg 2014-20019 dan 2019-2024 merupakan hasil pengabdian dan kepekaan sosialnya serta keikhlasannya dalam membantu masyarakat kecil selama ini. “Jadi selama dua kali menjabat modal saya hanya investasi sosial kemasyarakatan, kekayaan pikiran dan kepercayaan diri yang tinggi,” katanya.
Alumni STISIP Mbojo ini menuturkan, saat ini dirinya patut berbangga dengan raihannya di panggung politik Bumi Nggahi Rawi Pahu. “Mungkin ini sejarah baru, seorang anak desa pelosok lahir dari rahim petani menjadi pimpinan dewan,” tuturnya.
Tidak ingin berjumawa dan tergoda dalam pujian, Jamal ingin prestasi yang dimilikinya itu sebagai motivasi masyarakat pelosok terutama generasi muda untuk terus berkarya dan jangan putus asa dalam berkompetisi.
“Jangan pernah mudah menyerah dan pantang mundur dalam setiap kompetisi. Modalnya orang pelosok itu adalah ulet dan bekerja keras serta tidak terlahir manja,” selorohnya.
“Jadi jalan kesuksesan itu kita yang mengatur dan menentukan sendiri. Tapi modal sosial itu yang utama,” sambungnya.
Menurutnya, kalau ingin menjadi politisi sukses modal utama itu adalah sosial kemasyarakatan. “Jadi harga politik itu akan luntur dan mampu dilawan hanya dengan jiwa sosial dan kepekaaan sosial yang tinggi,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, pria yang dikenal tegas ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.
Dia berjanji akan bermawas diri dan berjanji akan membalas amanah ini dengan program yang benar-benar menyentuh dan berkaitan langsung dengan masyarakat di Manggelewa dan Kilo. “Untuk itu, saya berharap nasihat, masukan dan kritikan masyarakat dan pendukung selama menjabat,” pintanya.
Diketahui, Jamal kecil lulus SDN Tanju, terus melanjutkan SMPN 1 Manggelewa, kemudian SMEA di Dompu sekarang berubah menjadi SMKN 1 Dompu. Saat menjadi pelajar, dia pernah menjabat Wakil Ketua Osis, mengikuti Kirab Remaja dan Paskibraka tingkat Kabupaten Dompu, serta mendapat Beasiswa Supersemar dari Presiden Soeharto. (ady)

Semoga sejarah kehidupan beliau menjadi tolak ukur untuk bisa menyampaikan aspirasi rakyat dan membangun pertumbuhan perekonomian yang menjurus pada kepentingan rakyat kecil dan selalu bersikap adil dalam setiap keputusan yang di emban, semoga jabatan legislatif asal manggelewa jni tidak mengecewakan orang2 yang telah mempercayainya amin
Selamat untuk pak dewan
Mari kita kawal bersama