Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu Subarno, SE. (zar/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu bersama Tim Seleksi tengah mengkaji dan menganalisa persyaratan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati (Bacabup/Wabup) 2020-2025.

Diketahui, PDI Perjuangan adalah parpol yang lebih awal membuka dan menutup penerimaan pendaftaran Bacabup/Wabup Bumi Nggahi Rawi Pahu, 6-22 September lalu.

Selama keran pendaftaran hingga penutupan, terdaftar sembilan Bacabup yang mengambil formulir di Kantor DPC PDI Perjuangan dan dua orang yang “memesan” melalui telepon.

“Mereka sudah resmi menyampaikan permohonan lamaran untuk memakai PDI Perjuangan Dompu sebagai kendaraan politik pada Pilkada serentak tahun 2020,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu Subarno, SE.

Hal itu disampaikan Subarno ketika ditemui Lakeynews.com di Sekretariat PDI Perjuangan. Saat itu, dia didampingi Ketua Bappilu DPC/Wakil Ketua 3 Tim Seleksi Bacabup/Wabup Muhammad Rusli dan Ketua 1 DPC/Wakil Ketua 2 Tim Seleksi Drs. Dahlan HAR.

Subarno kemudian menyebut kesembilan Bacabup yang telah mengambil formulir dan mengembalikannya. Mereka adalah Abdul Kader Jaelani (pengusaha), H. Yuhasmin (pensiunan ASN), H. Mulyadin HAR Gani, SH, MH (pensiunan, konsultan, kontraktor) dan Arifin alias Kuda Hitam (Kades Riwo).

Selain itu, H. Syaifurrahman Salman (mantan Bupati Dompu 2004-2009), Arifudin, SH (Wabup sekarang/pengusaha), H. Ichtiar Yusuf, SH (Kadis Dikpora), Ir. Khaerul Usman (pengusaha) dan Ilham Yahyu, S.Pd (ketua DPC Partai Berkarya Dompu).

Menurut Subarno, semua Bacabup itu sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Terkait masih ada beberapa kekurangan sesuai formulir, termasuk visi dan misinya, diberikan kelonggaran waktu untuk melengkapi.

“Sambil menunggu beliau-beliau (Bacabup, red) melengkapi kekurangan, Tim Seleksi mengkaji dan menganalisa persyaratan-persyaratan para bakal calon,” jelas Subarno.

Bacabup yang mendaftar lewat telepon adalah H. Sukardin (pengusaha) dan H. Syamsuddin MK (pengusaha dan politisi Berkarya). Bagaimana dengan mereka yang “memesan” lewat telepon ini?

Menjawab pertanyaan itu, Subarno mengaku, keduanya figur itu tidak mengambil formulir. Sehingga, PDI Perjuangan Dompu tidak memrosesnya.

“DPC hanya memroses sembilan orang yang mengambil dan mengembalikan formulir. Tapi, nama H. Sukardin dan H. Syamsuddin namanya tetap kita kirim ke DPD (PDI Perjuangan NTB),” tandasnya.

Selanjutnya, selain menganalisa dan mengkaji persyaratan calon-calon tersebut, PSI Perjuangan juga menunggu saran dan masukan dari masyarakat.

Sedangkan untuk memutuskan siapa yang diusung pada Pilkada mendatang, partai dengan lambang banteng bermoncong putih ini, masih menunggu balon wakil dan partai lain sebagai pengusungnya.

“PDI Perjuangan hanya punya satu kursi di dewan dan tidak memungkinkan usung sendiri pasangan calon,” papar Subarno. (zar/yat)