
DOMPU, Lakeynews.com – Muhammad Raju (16) asal Desa Soro, Kecamatan Kempo, satu di antara penyandang difabel polio yang sama sekali tidak dilirik pemerintah.
Naasnya, putra terakhir pasangan Sumardin dan Arisiap kini lumpuh total. Virus polio menyerangnya sejak usia 9 bulan. Selain itu, Raju memiliki keterbatasan mental, jiwa dan tidak bisa bicara normal alias bisu.
Pantauan Lakeynews.com, Raju saat ini hidup bersama ibunya di rumah kayu yang sudah reot dan lapuk. Kondisinya serba tak berkecukupan. Sedangkan, sang bapak lebih memilih tinggal dengan istri dan keluarga barunya.
Akibat keterbelakangan mental dan fisik anaknya itu, tidak banyak yang bisa dilakukan Arsiap. Saat ini dia hanya bergantung hidup dari buruh cucian dan uluran tangan tetangganya.
“Saya sempat menjadi TKW di Saudi, namun karena kondisi Raju yang saat itu tidak dirawat dan ditelantarkan ayahnya, akhirnya saya memilih kembali ke kampung,” katanya saat ditemui Lakeynews.com di kediamannya, Sabtu (4/10).
Lebih jauh Arsiap bercerita, saat tiba di kampung dia melihat anak tinggal sendiri. Sedangkan sang suami memilih menikah dan menetap dengan istri barunya. “Semua hasil jeripayah saya dia bawa dan kami berdua ditinggal dengan kondisi tidak memiliki apa-apa,” akunya.
Wanita asal Lombok ini bercerita, awalnya anaknya Raju lahir dengan kondisi normal. Namun, saat menginjak 9 bulan diserang cacar.
“Petugas Posyandu melakukan dua imunisasi sekaligus pada Raju. Yakni Polio dan Campak. Selang tiga bulan kemudian kondisi kesehatan Raju makin memburuk,” paparnya.
Dia menjelaskan, karena ketidakmampuan ekonomi membuatnya tidak pernah mengobati atau merawat buah hati secara medis.
“Kami sekeluarga sudah pasrah dan menyerah dengan kondisi Raju yang seperti ini. Saya hanya selalu berdoa agar terus diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi semua cobaan ini,” tandasnya.
Wanita berkepala empat ini mengaku, hingga kini dirinya belum pernah dibantu atau dilirik oleh pemerintah. Bahkan, dianggap sebelah mata oleh orang lain. “Untuk kebutuhan makan anaknya sehari-hari hanya nasi bercampur garam, mie dan ikan kering saja,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Endri’s Foundation Cabang Dompu Irfan mengungkapkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa Sembako, pakaian hingga tempat tidur untuk Raju. “Kami bantu ala kadarnya untuk meringankan beban keluarga penyandang difabel,” cetusnya.
Dikatakannya, pihaknya berkomitmen akan menyalurkan bantuan setiap bulan dan terus berusaha mencari donatur dan kaum dermawan untuk Raju. “Kami hanya ingin membantu Raju dan keluargannya supaya terpenuhi kebutuhan sehari-hari dan terjaga kesehatannya,” jelasnya.
Diketahui, sejak 3 April 2019, yayasan ini telah aktif menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, peralatan jalan (tongkat), kursi roda, kaki palsu untuk disabilitas, difabel, para lansia dan korban bencana alam di Kabupaten Dompu. (ady)
