
Warisi Darah Politik sang Ayah dan Jalani Amanahnya
Pahlawan Indra Jaya, SE (PIJ) dan Ismul Rahmadin, S.Pd.I (Ismul). Mereka adalah dua bersaudara. Tidak banyak yang menyangka kakak-beradik ini sukses meraih kursi DPRD Dompu Periode 2019-2024 di daerah pemilihan (Dapil) yang sama.
==========
Laporan: Tim Lakeynews.com, Dompu – NTB
==========
SAAT Pemilu Legislatif (Pileg) April 2019 lalu, PIJ dan Didi bertarung di Dapil 1 (Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu’u). Ismul berkompetisi menggunakan kendaraan politik Partai Demokrat, dengan Nomor Urut 1. Sedangkan PIJ berjuang dengan Partai NasDem, dengan Nomor Urut 11.
Berdasarkan rekapitulasi akhir dan penetapan KPU, PIJ meraih 1.848 suara. Angka dukungan tersebut sekaligus mendaulatnya sebagai peraih suara tertinggi kedua setelah Ir. Muttakun.
Sementara Ismul yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Dompu mengukuhkan diri sebagai jawara internal dengan perolehan 928 suara.
Posisi itu juga mengantarkannya kembali masuk parlemen setempat untuk periode ketiga. Periode pertama 2009-2014, periode kedua 2014-2019 dan sekarang periode ketiga 2019-2024.
Ibarat pepatah, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Ismul dan PIJ juga demikian. Jiwa, naluri dan semangat politik rupanya titisan darah sang ayah, H.M. Ali Abdullah (almarhum).
H.M. Ali Abdullah adalah politisi kawakan. Almarhum merupakan mantan anggota DPRD Dompu tiga periode. Dua periode anggota biasa, satu periode masuk unsur pimpinan.
“Darah politik ini bukan muncul mendadak. Kami dilahirkan dari politisi,” kata Ismul pada Lakeynews.com di kediamannya, Sabtu (5/10).
Dalam menjalani aktivitas dan mengembangkan karir politiknya, baik Ismul maupun PIJ selalu mengingat dan menjalankan amanat dari orang tuanya.
Didi sapaan lain Ismul Rahmadin kemudian mengungkapkan pesan-pesan terakhir almarhum ayahnya sebelum wafat.
“Untuk menjadi pemimpin atau politisi jangan pernah jauh dari rakyat. Kalau rakyat cinta dan sayang kalian, apapun keinginan kalian pasti akan didukung. Tapi, kalau kalian sia-siakan kesempatan dan amanat rakyat, selesailah kalian,” pesan almarhum H.M. Ali dikutip Ismul.
“Pesan orang tua inilah yang kami pegang,” sambung Ismul.
Lebih jauh dipaparkan Ismul, sosialisasi terus dilakukan sehingga mereka mampu menjaga amanah orang tuanya. Walaupun pribadi menginginkannya, kalau rakyat tidak mendukung, tidak mungkin sukses.
“Calon pemimpin juga kalau tidak punya jiwa sosial, akan sulit mewujudkan keinginannya. Inilah yang kita lakukan dengan PIJ,” tegasnya.
Hindari Benturan dengan Membagi Wilayah Garapan
Pada sisi lain, Ismul membocorkan sedikit resep dan tips kesuksesannya. Diantaranya, harus komitmen, integritas dan jujur. “Itu yang kita pegang. Apa yang kita ucapkan, harus mampu diwujudkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tandasnya.
Ketika disinggung basis suara dan lumbung dukungannya, Ismul menyebut beberapa desa. “Alhamdullah sumber suara saya Desa O’o, Sori Sakolo, Karamabura dan beberapa desa di Dompu timur,” jelasnya.
Ismul menceritakan, pada Pileg 2014, kakaknya PIJ mengikuti kontestasi di Dapil 2 (Kecamatan Woja) lewat Partai Demokrat. Saat itu belum mendapat rezeki menang. Namun, pada Pileg 2019, PIJ memutuskan untuk berkompetisi di Dapil 1 dan menang.
“Ketika beliau (PIJ, red) masuk Dapil 1, komitmen yang kita bangun adalah saling menjaga dan memberikan informasi tentang daerah-daerah basis yang kita garap,” ulasnya.

Terkait garapan dukungan dan suara keluarga, keduanya berbagi. Sebagian ke PIJ dan sebagian ke Ismul. “Kalau basis suara di Kosgoro, kita bagi juga,” jelas Ismul.
Menghindari benturan di lapangan, mereka selalu berkoordinasi. Ismul dan PIJ membagi wilayah garapan. PIJ ke wilayah selatan (Dompu selatan), Ismul ke atas (Dompu timur). “Sehingga di lapangan, selama lebih kurang setahun kita sosialisasi ke masyarakat, alhamdulillah tidak ada benturan,” tutur Ismul.
Harapkan Kritikan, Nasihat dan Masukan Masyarakat
Sehari sebelumnya, Jumat (4/10) Lakeynews.com mewawancarai Pahlawan Indra Jaya (PIJ), juga di kediamannya. Secara umum, PIJ mengungkapkan hal yang tidak jauh beda dengan yang kemukakan adiknya, Ismul Rahmadin.
Menurut PIJ, pemilih di Dapil 1, sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 56 ribu, dengan kuota 11 kursi. Lebih dari 100 Caleg di Dapil itu harus gontok-gontokan memperebutkan dukungan rakyat. Termasuk PIJ dan Ismul.
“Tapi, saya dan Ismul berjuang mendapatkan suara dengan membagi wilayah. Saya tahu wilayah Ismul ke atas dan saya ke dalam (wilayah pedalaman dan kota, red),” urainya.
Seirama dengan Ismul. PIJ pun mengaku, tidak ada di antara mereka yang memperebutkan suara pihak keluarga. PIJ-Ismul mempunyai lima saudara; PIJ, Isti, Ismul, Ismawarni dan Aris Firman.
Saudara-saudara dan iparnya langsung membagi masing-masing satu suara. “Kalau Umi (ibunda PIJ-Ismul, red) membantu memberikan suaranya kepada saya,” cerita PIJ sembari melepas senyum.
Didikan dan doktrin yang sama dari ayahanda tercinta, almarhum H.M. Ali Abdullah juga diterima PIJ.
“Jangan lupa untuk selalu dekat dengan rakyat. Berusaha semaksimal mungkin untuk selalu ada di tengah rakyat dan berbuat yang terbaik untuk rakyat,” kata PIJ menyitir pesan orang tuanya.
Atas nama pribadi dan keluarga besarnya, PIJ mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya bersama Ismul.
“Kritikan, nasihat, masukan dari para orang tua, senior politik, civil society dan berbagai elemen masyarakat, sangat kami harapkan,” pinta PIJ.
Mengenai program kerja, pihaknya akan melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang. “Keinginan rakyat yang harus diperjuangkan,” tegasnya.
“Kita turun dan menemui rakyat bukan saja saat reses. Karena, setiap hari kita bisa berada dan menghimpun aspirasi rakyat,” tambah PIJ. (yat/rom/zar)
