
DOMPU, Lakeynews.com – Menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2019, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu bersama instansi terkait menggelar berbagai kegiatan. Baik bakti sosial maupun sejumlah lomba.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dikes Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes pada Lakeynews.com, usai rapat pembahasan persiapan pelaksanaan HKN. Termasuk membicarakan kegiatan-kegiatan untuk memeriahkannya.
Rapat yang berlangsung tertutup di ruangan Kadikes, Rabu (2/10) itu melibatkan beberapat perwakilan instansi terkait. Selain pihak Dikes, juga hadir unsur RSUD, Rumah Sakit Pratama, Puskesmas dan lainnya.
Apa saja jenis bakti sosial dan lomba yang akan dilaksanakan dimaksud?
Kadikes yang akrab disapa Umi Iris itu menjelaskan, kegiatan bakti sosial melibatkan organisasi profesi bersama Dikes. “Momen ini kami manfaatkan untuk gotong royong membersihkan pantai di Kecamatan Kilo,” katanya.
Kegiatan lain, sambung Umi Iris, Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan ini melibatkan desa dan Puskesmas yang mewakilinya.
Kemudian Lomba Tanaman Obat Keluarga yang melibatkan masing-masing desa, Lomba Lingkungan Bersih, Lomba Penataan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).
“Kita juga akan mengadakan Lomba Hafal Undang-undang dan Sapta Prasetia dan Lomba Kebersihan Rumah Sakit,” urai Umi Iris yang saat itu didampingi Sekretaris Dikes Maman, SKM.
Rencananya, baik kegiatan bakti sosial maupun lomba-lomba akan berlangsung selama satu bulan, dari 12 Oktober sampai 12 November mendatang.
Kegiatan tersebut akan dipadukan dengan jambore kader yang dipusatkan di tiap kantor camat (delapan kecamatan) se-Kabupaten Dompu). Kader ikut dalam kegiatan ini untuk mendidik kader hidup bersih.
Disamping itu, sebelumnya, Dikes juga menggelar beberapa kegiatan dan lomba rutin. Diantaranya, pertandingan bola voli, tarik tambang dan lari karung. “Tapi, sekarang Dikes lebih fokus ke program,” tandasnya.
Umi Iris lalu menyebut beberapa bentuk kegiatan terkait program. Ada Lomba Tenaga Kesehatan Teladan (Nakes Teladan). “Lomba ini berkelanjutan sebagai daya ungkit program,” jelasnya.
Ada juga Lomba Posyandu keluarga terintegrasi dengan sampah. Dalam lomba ini, papar Umi Iris, semua Puskesmas akan mengutus desa mana dengan fasilitas-fasilitas yang lain. Misalnya, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), sesuai perwakilan Puskesmas itu.
Itu untuk desa-desa yang dekat. Sedanhgkan desa-desa yang jauh akan diberi tugas kepada bidan desa atau pimpinan Pustu. “Mengingat ada (dokter) spesialis, kami akan membawa Ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi ibu hamil risiko tinggi dan lansia,” tuturnya.
Sedangkan untuk pelayanan cek kesehatan, bayi dan balita dilakukan dengan pemberian makanan tambahan dengan ibu jari. Seperti bubur, jagung, kelor dan ikan. “Inovasi ini kami lakukan untuk menekan angka stunting dan gizi buruk terhadap Balita,” jelasnya. (yat/rom)
