Wagub NTB Dr. Hj. Rohmi Djalillah bersama rombongan We Save Cretive usai audiensi di Pendopo Wagub, Rabu (2/10). (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Rohmi Djalillah mendukung penuh Sekolah Berbasis Sampah di Kabupaten Dompu.

Pernyataan dukungan terhadap Program Unggulan SMK We SAVE Creative International Islamic School ini dilontarkan Rohmi ketika menerima audiensi rombongan We SAVE di Pendopo Wagub, Rabu (2/10).

“Sekolah (Pendidikan) Berbasis Sampah ini sangat menjanjikan kedepan. Tidak ada istilah orang tidak bisa sekolah. Karena, dengan membawa sampah, bisa menyelesaikan biaya pendidikan,” kata Rohmi.

Menurutnya, meski sekolah ini baru berjalan beberapa bulan dan masih banyak yang memandang sebelah mata, pihak We SAVE membuktikan SMK ini mampu bersaing dengan sekolah lain di Kabupaten Dompu.

Wagub mengajak semua elemen di NTB, khususnya di daerah Dompu untuk terus bersosialisasi agar masyarakat luas dapat mengetahui sekolah ini.

Rombongan We SAVE yang menemui dan beraudiensi dengan Wagub tersebut, antara lain Pendiri sekaligus Guru Besar We SAVE Agus Setiawan (Abu We SAVE), Amirudin (Humas We SAVE), Adhar Aprianto (kepala SMK We SAVE), Imam Saukani (anggota We SAVE), Abdul Haris (anggota We SAVE), Arif Rahman dan Juliansyah (Ketua dan Sekretaris IKAPMI).

Mereka bertemu Wagub untuk memberikan ide-ide gemilang sebagai bagian dari upaya membantu Pemprov NTB. Itu dilakukan anak-anak muda Dompu dengan gagasan besarnya untuk ikut membangun daerah tercinta.

Sampah-sampah yang terkumpul di kompleks SMK We SAVE Creative International Islamic School. (ist/lakeynews.com)

“Salah satu ide besar yang kami tawarkan kepada Wagub adalah Pendidikan Berbasis Sampah untuk mendukung Program NTB Zero Waste,” kata Pendiri sekaligus Guru Besar We SAVE Creative, Agus Setiawan, ketika memaparkan manajerial dan cara menjalan Pendidikan Berbasis Sampah.

Menurut pria yang lebih dikenal dengan panggilan Abu We SAVE itu, SMK We SAVE Creative International Islamic School menjadi Role Model dan sekolah percontohan. Selain itu, menjadi Sekolah Uji Coba pertama di Kabupaten Dompu untuk menerapkan Program Pendidikan Berbasis Sampah.

Sementara itu, Kepala SMK We SAVE Creative International Islamic School Adhar Aprianto berharap anak muda Dompu mulai bangun kesadaran intelektual.

“Lewat sekolah ini kami ajak anak-anak muda mau proaktif sebagai anak muda unggulan dalam mencetak generasi yang cerdas dan mampu bersaing secara kompetitif,” ujar Adhar. (zar)