Relawan dari beberapa komunitas di Bima dan Dompu melakukan bersih-bersih Pantai Amahami dalam rangka memperingati World Clean Upday. (ist/lakeynews.com)

BIMA, Lakeynews.com – Puluhan orang dari beberapa komunitas pemuda, mahasiswa dan profesi di Bima dan Dompu ikut menyukseskan World Clean Upday (WCD), Sabtu (21/9). Mereka melakukan pembersihan pantai yang dipusatkan di Pantai Amahami, Kota Bima.

Diketahui, kegiatan yang sama dilaksanakan serentak di 157 negara. Di Indonesia, digelar di 34 provinsi.

“Tujuan kegiatan ini adalah melawan kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ungkap Koordinator Kegiatan Arifin pada Lakeynews.com, usai kegiatan.

Dikatakannya, kegiatan ini diikuti puluhan komunitas. “Kita semua secara bersama-sama turun langsung memunguti sampah yang berserakan di sepanjang pantai Amahami,” jelas anggoota pencinta alam Sympel ibnu jazirah ini.
Kegiatan ini hanya difokuskan sekitar pantai dan jalan raya saja. “Satu persatu sampah makanan, plastik, puntung rokok, hingga dedaunan kami pungut dan masukan ke dalam karung dan kresek yang tersedia,” bebernya.
Pria yang akrab disapa Arif ini berharap, gerakan pungut sampah tidak hanya dilakukan setiap momentum world clean upday saja, melainkan harus menjadi budaya. “Saya pikir di Kota Bima, kalau terus dilakukan secara rutin dan masif serta didukung pemerintah daerah. Masalah sampah dan lingkungan akan cepat terurai dan tuntas,” tegasnya.
“Kita harus terus berusaha mewujudkan mimpi kita menjadi kota dan daerah terbersih di Indonesia. Yakin saja dengan komunitas dan gerakan ini akan kita rebut penghargaan Adipura,” ujar Alumni IAIM Bima ini.
“Intinya harus dijadikan kebiasaan dan membudaya. Kalau itu sudah terjadi yakin saja hanya masalah waktu predikat Adipura pun bisa bisa diraih dengan mudah,” sambungnya.
Diketahui, kegiatan World Cleanup Day dimulai sejak tahun 2008 di Estonia. Gerakan ini mengumpulkan orang-orang dan organisasi di seluruh dunia untuk membuat bumi lebih bersih dan bebas sampah.
NTB sendiri dipusatkan di pantai Amahami Kota Bima, adapun lembaga dan komunitas berpartisipasi Sympel Ibnu Jazirah IAIM Bima, Mahapeta STIE Bima, Komunitas Pecinta Alam Kapenta, Perhimpunan Kegiatan Lingkungan Hidup dan Alam Bebas (PALAPA) Bima, Komunitas Lindungi Hutan Bima, Putra Tapak Suci Muhammadiyah Bima, Bima Adventure Trip, Total Faykoe, OutdorMU, Komunitas Pendaki Gunung Bima, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia FK3I Bima Dompu, HMJ Hukum Keluarga IAI Muhammadiyah Bima dan sebagai satu-satu media patner kegiatan ini Lakeynews.com. (ady)