Calon Kades Kiwu, Kecamatan Kilo Dedi Yanto alias Guru Dedi. (gm/lakeynews.com

Emban Moto “Dedi Berkarya”, Komitmen Antarkan Kiwu Lebih Baik

DOMPU, Lakeynews.com – Desa Kiwu, Kecamatan Kilo, merupakan salah satu dari 23 desa di Kabupaten Dompu yang akan melaksanakan Pilkades Serentak pada November 2019.

Beberapa nama sebagai bakal calon Kepala Desa (Kades) Kiwu sudah muncul. Antara lain, Dedi Yanto.

Lelaki yang akrab disapa Guru Dedi itu adalah salah satu putra terbaik yang dimiliki Desa Kiwu. Dia telah melanglang buana di hampir setengah provinsi di Indonesia. Pernah juga meniti karir politik sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hampir 10 tahun sejak dari rantauan.

Kini, Guru Dedi bertekad menjadi calon Kades Kiwu 2019. Pria ini mengatakan siap membangun desanya yang tercinta dengan mengemban moto Dedi Berkarya.

Saat berbincang-bincang dengan kontributor Lakeynews.com, Guru Dedi menjelaskan secara singkat tentang motonya. Moto Dedi Berkarya, menurutnya, memiliki makna yang luas dalam membangun Kiwu yang lebih baik. Termasuk dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi dan menggagas pembangunan desa Kiwu kedepan.

“Moto yang saya gagas sekarang merupakan prestasi yang ingin diraih apabila mendapat legitimasi rakyat untuk jadi Kepala Desa Kiwu kedepan,” ungkap Guru Dedi.

Guru Dedi lalu menyebut visinya. Yakni, “Berdedikasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dari segala aspek kehidupan yang bersifat dinamis secara ilmiah dalam mewujudkan Desa Kiwu yang berintegritas, mampu berelaborasi secara rasional yang bersifat komunikatif serta akuntabel berdasarkan nilai religius dalam membangun perubahan yang inovatif untuk mewujudkan masyarakat Desa Kiwu yang adil dan makmur.” “Saya kemas dalam moto Dedi Berkarya,” tegasnya.

Masyarakat Desa Kiwu sangat mengenal Guru Dedi. Sosok yang memiliki solidaritas sosial tinggi tanpa membeda-bedakan antara warga yang satu dengan lainnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kiwu yang sehari-harinya sebagai PNS/ASN di desa itu mengatakan, Guru Dedi adalah aset hidup yang dimiliki Desa Kiwu.

“Apapun bentuk kegiatan kemasyarakatan, beliau ambil bagian. Dalam kiprah sosialnya, beliau tidak mencampuradukan dengan urusan politik. Baik pendukungnya maupun bukan pendukung, tidak dibedakannya,” papar tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya itu. (gm/ady)