DOMPU, Lakeynews.com – Meski menjanjikan, usaha ternak sapi di Kabupaten Dompu masih belum menjadi usaha pokok bagi masyarakat. Bahkan, usaha ini bisa dibilang hanya sebagai usaha sambilan setelah usah pertanian.

“Oleh karena demikian, kami berkomitmen akan mengembangkan usaha ternak sapi berbasis partisipatif,” kata Kepala Disnakeswan Dompu Zainal Arifin pada Lakeynews.com, Jumat (20/9).
Unsur penting dalam program ini, kata Zainal, proses pengembangan ternak sapi, terutama ketersediaan pakan berkualitas dan baik. “Apabila kebutuhan pakan dapat terpenuhi dapat dipastikan ternak tersebut memiliki kualitas yang baik juga,” jelasnya.
Menurutnya, pada musim hujan di Kabupaten Dompu ketersediaan pakan sangat banyak dan petani peternak tidak susah dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Namun, sebaliknya pada musim kemarau petani peternak selalu saja kekurangan. “Bahkan pakan ternak bisa dikatakan tidak ada sama sekali pada musim kemarau seperti saat ini,” paparnya.
Padahal, kata Zainal limbah pertanian berupa jerami padi dan jagung pada saat musim panen cukup melimpah dan hampir sebagian besar limbah itu dibuang begitu saja. “ Harusnya, limbah itu dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dalam upaya memenuhi kebutuhan nutrisi sapi,” jelasnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, pihaknya memanfaatkan adanya potensi limbah pertanian yang melimpah sebagai alternatif pakan ternak dimusim kemarau. “Perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan kelembagaan kelompok ternak sapi. Dan diperlukan adanya teknologi pengolahan dan pengawetan limbah pertanian berupa jerami padi dan jagung yang mudah dan murah,“ pungkasnya. (ady)
