
Diskusi Jelang Setahun Kepemimpinan Zul-Rohmi
MATARAM, Lakeynews.com – Hampir setahun sudah pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memimpin Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Visi ”NTB Gemilang” yang diboyong pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur ini dinilai lebih banyak menimbulkan persoalan daripada keberhasilannya.
Catatan kritis datang dari Anggota DPRD NTB Akhdiansyah, S.Hi, saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Menyoal Satu Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi, NTB Gemilang”. Kegiatan itu dihelat organisasi aktivis yang tergabung dalam Cipayung Plus, di Gedung Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram), Rabu (18/9).
“Kalau kita melihat dalam satu tahun terakhir, visi NTB Gemilang yang dijabarkan dalam beberapa program unggulan, seperti NTB Cerdas dan Sehat, Beasiswa Luar Negeri, Zero Waste, termasuk industrialisasi lebih banyak menyisakan persoalan daripada keberhasilan,” kata pria yang akrab disapa Guru To’i tersebut.
Wakil rakyat utusan Dapil Bima-Dompu itu mencontohkan masalah pada Program Zero Waste. Antara pemberi pengguna dan penerima manfaat, saling lapor. “Program Beasiswa juga menyisakan banyak persoalan dan menjadi sorotan publik, karena dilakukan tanpa melalui perencanaan dan standar operasional prosedur (SOP) yang baik,” tegasnya.
Kalau sudah bermasalah dan menjadi sorotan publik, lanjutnya, berarti ada problem dan menimbulkan masalah, baik dalam membuat perencanaan program pembangunan maupun proses penganggarannya.
“Itu baru bagian kecil itemnya. Bagaimana dengan program lain? Ingat, APBD itu merupakan jantung pembangunan daerah. Kalau perencanaan penganggarannya tidak dilakukan secara cermat, akan jadi persoalan,” tandasnya.
Pria Sekwil PKB NTB itu juga mengkritisi nilai anggaran untuk infrastruktur yang terlalu besar. Dari total APBD NTB Rp. 5,6 triliun, Rp. 250 miliar diantaranya untuk pembangunan infrastruktur.
Untuk pembangunan Samota misalnya, nilainya mencapai Rp. 100 miliar tapi fokusnya hanya di Sumbawa. “Padahal Samota itu tidak hanya Sumbawa, tapi juga Kabupaten Dompu dan Bima,” cubitnya.
Lelaki yang juga kerap dipanggil Yonkq kembali mengkritisi pengesahan APBD NTB 2020 yang terkesan terburu-buru, tanpa melalui kajian dan analisis mendalam terhadap setiap item penganggaran diajukan eksekutif. “Termasuk pembahasan KUA PPAS yang dilakukan hanya satu malam. Ada apa,” tanyanya.
“Padahal, mimpi gubernur lima tahun kedepan mewujudkan NTB Gemilang. Ini membutuhkan perencanaan program dan penganggaran secara cermat, sehingga program dijalankan bisa mencapai keberhasilan,” cetusnya.
Pada momen yang sama, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Wedha Maghma Ardhi menegaskan tentang tekad pemerintahan Zul-Rohmi. “Pemprov NTB bertekad mewujudkan NTB Gemilang melalui sejumlah program unggulan yang saat ini sedang berjalan,” ungkapnya.
Diantaranya, kata Wedha, membangun NTB tangguh dan mantab, melalui mitigasi kebencanaan yang baik pascagempa bumi, membangun ASN bersih dan melayani, serta bebas dari korupsi dalam meningkatkan kualitas layanan masyarakat.
Selain itu, mewujudkan NTB asri dan lestari dengan memperbanyak membangun ruang terbuka hijau, penghijauan lahan kawasan hutan konservasi yang gundul akibat aksi perambahan dan pembalakan liar.
Dia pun membeberkan upaya peningkatan nilai tambah berbagai potensi sumber daya alam yang dihasilkan masyarakat. Katanya, sektor pertanian, kelautan, perkebunan dan peternakan, Pemprov NTB melakukan proses industrialisasi, bagaimana hasil pertanian dan produk SDA dan potensi lain yang dimiliki NTB bisa diolah di daerah guna meningkatkan nilai tambah.
Diupayakan juga menciptakan NTB aman dan berkah, ramah investasi dan membangun konektivitas. Pengembangan pariwisata unggulan MotorGP, bulan Oktober pembangunan sirkuit Mandalika sudah dimulai. Pembangunan smelter dengan industri turunan 2021, disitu nanti ada industri pupuk, semen dan pengolahan.
“Meningkatkan kualitas SDM masyarakat NTB, dengan memberangkatkan mahasiswa, melepas hampir 200 anak muda NTB, kerjasama dengan perusahaan asing dana CSR,” katanya. (zar)
