Aksi massa AMPER terkait lamanya penetapan Ketua DPRD Dompu dari Partai NasDem. (hidayat/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Aliansi Masyarakat Peduli Pro Demokrasi (AMPER) turun ke jalan, Senin (16/9) pagi tadi. Massa berunjuk rasa, menuntut kejelasan kursi Ketua DPRD Kabupaten Dompu 2019-2024.

Awalnya, massa gabungan dari sejumlah organisasi ini berkumpul di Masjid Raya, kemudian menuju perempatan depan Koramil 01-1614/Dompu.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Ilham Apriwijaya dalam orasinya mengungkapkan, menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan pimpinan DPD Partai NasDem Kabupaten Dompu terkait lamanya proses pengumuman calon Ketua DPRD yang merupakan “hak” NasDem.

“Kami menduga kuat ada oknum-oknum tertentu di kubu NasDem Dompu yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan keluarga dan kroni-kroninya,” ungkapnya.

Tentunya, kata Ilham hal ini merugikan masyarakat Dompu pada umumnya. Karena sebagaimana diketahui bersama pada Pileg kemarin Partai NasDem keluar sebagai pemenang. “Jadinya yang berhak menduduki kursi Ketua DPRD Dompu periode 2019-2024 itu adalah yang mendapatkan suara terbanyak,” tegasnya.

Ditambahkannya, jika penetapan itu tidak sesuai dengan perolehan suara tersebut. “Maka masyarakat Dompu pada umumnya dirugikan secara konstitusional dan akan lahir pimpinan DPRD yang tidak loyal terhadap masyarakat,” ujar Ilham.

Menurutnya, jabatan ketua DPRD itu adalah jabatan yang amat sangat strategis dalam pemerintahan dan dapat memengaruhi roda pemerintahan suatu daerah. “Untuk itu kami meminta agar DPD Partai NasDem tidak menggandaikan suara rakyat demi kepentingan pribadi. Ingat jangan khianati amanat rakyat dan amanat konstitusi negara ini,” tegasnya.

Beberapa tututan massa AMPER dalam aksinya. Antara lain, meminta agar Ketua DPP NasDem Surya Paloh memecat pimpinan DPD partai NasDem yang diduga telah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan personal dan kelompoknya.

AMPER menuntut DPD, DPW, dan DPP Partai NasDem untuk melakukan persekutuan pimpinan DPRD Kabupaten Dompu dengan mempertimbangkan suara dan kepercayaan rakyat.

Meminta pengumuman hasil seleksi secara terbuka dengan syarat-syarat berdasarkan aturan dasar parpol. “Kami meminta kepada Ketua NasDem Dompu untuk mengklarifikasi terkait dengan pernyataannya yang ingin memecat salah seorang anggota legislatif terpilih 2019-2024,” tegas AMPER dalam pernyataan sikapnya. (yat/ady)