Kalak BPBD Kabupaten Dompu Drs. Imran M. Hasan, ketika diwawancarai wartawan Lakeynews.com di kantornya, Kamis (12/9). (zar/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Setidaknya 34 dari 81 desa dan kelurahan tersebar di delapan kecamatan, Kabupaten Dompu, saat ini dilanda kekeringan. Terdata sekitar 15.849 kepala keluarga (KK) dengan 51.577 jiwa tengah merasakan kesengsaraan karena kesulitan air bersih.

“Jumlah 51.577 jiwa (warga) yang kesulitan air bersih itu terdapat di 82 dusun dari delapan kecamatan,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu Drs. Imran M. Hasan pada Lakeynews.com di kantornya, Kamis (12/9).

Sembari membuka-buka data laporan kekeringan di daerahnya, Imran menyebut desa-desa dan dusun yang dilanda kekeringan dari delapan desa dimaksud. Namun terbanyak desa yang didera kekeringan tersebut berada di Kecamatan Hu’u, dengan delapan desa.

Kecamatan Hu’u dengan delapan desa itu; Cempi Jaya (Dusun Sigi, Langgudi, Roi I, Roi II, Konca, Teta I dan Teta II), Sawe, Daha, Rasabou, Hu’u (Finis, Mambua, Sigi, Labuhan, Ncunga dan Nanga Doro), Marada (Tenga, Ompu Mbolo, Lapangan, Madawa, Nisua dan Ompu Toib), Jala dan Desa Adu.

Kecamatan Kilo lima desa; Mbuju (Dusun Matompo dan Mbuju), Taropo (Makarti, Nusa Jaya, Tolo Dora dan Taropo), Kiwu (Wadu Kandiro, Kawira dan Kasduruhan), Keramat dan Desa Lasi. Sedangkan Kecamatan Kempo tiga desa; Kempo, Soro dan Desa Konte.

Kecamatan Manggelewa satu desa; Tekasire (Madapaga, Jati Baru, Mekar, Jati Mengi, Jati Makmur dan Janamawar). Kecamatan Woja enam desa/kelurahan; Mumbu, Riwo, Simpasai (Larema RT/RW 17/7), Kandai II (Bali Bunga dan Ginte), Baka Jaya dan Desa Matua.

Kecamatan Pajo empat desa; Ranggo (Ladore, Ranggo, Mangga Dua, Fupu dan Sigi), Woko (Padu Padakna dan Woko Rahmat), Lepadi dan Tembalae (Pelita, Lawiti, Restu dan Rasa Bou).

Kecamatan Dompu empat desa/kelurahan; Saorisakolo (Maulana, Saleko dan Sorisakolo Barat), Dorebara (Tente, Wera, Dorebara Selatan dan Potu II), Kandai I (Dorongao, Dorompana, Madakimbi, Kandai I dan Sambi Tangga) dan Desa Mbawi (Mbali, Ragi, Owo, Mpungga, Pelita dan Palikarawe).

Kecamatan Pekat tiga desa; Nangakara (Nangakara, Mantika, Madia, Sorina’a dan Mandiri), Nangamiro (Sorimila, Salak Aik, Dorombolo, Mekarsari dan Beranti) serta Desa Tamboro (Pancasila 01, Pancasila 02, Garuda, Siladarma, Bhineka dan Rapa Jabu).

Menurut Imran, kekeringan yang melanda desa-desa dan wilayah-wilayah tersebut diprediksi masih berlangsung hingga dua bulan kedepan. “Kondisi, keadaan alam menurut deteksi BMKG, kekeringan diprediksi sampai Oktober hingga November mendatang,” jelasnya.
Namun wilayah terparah, lanjut dia, berada di wilayah Dompu selatan, seperti Pajo dan Hu’u. Selain itu, Kandai I, Mbawi, Nowa, Baka Jaya, Sorisakolo, Matua, Mangge Asi (sebagian), Sambi Desa Sambi, Kesi, Taropo (daerah puncak), Lasi, Melaju (sebagian).

“Kesimpulannya, paling parah itu wilayah yang berada di kaki gunung, di atas cadas,” tandasnya. (yat/zar)