Anggota DPRD NTB Dapil 6 (Dompu dan Bima) Akhdiansyah, S.Hi bersama istri dan anak, usai pelantikan beberapa waktu lalu. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kekeringan yang melanda 34 desa dan terjadi merata di delapan kecamatan, Kabupaten Dompu, mengundang keprihatinan anggota DPRD NTB Dapil 6 (Dompu dan Bima) Akhdiansyah, S.Hi.

“Saya prihatin. Harapan saya, semoga pemerintah bisa mengambil langkah-langkah antisipasi dan atasi mendesak (segera). Jangan sampai menunggu atau berdampak pada korban materi yang lebih besar dan korban jiwa,” kata Akhdiansyah pada Lakeynews.com via ponselnya.

Politisi PKB yang akrab panggil Guru To’i dan Yonkq itu mengharapkan dari awal ada langkah antisipatif, karena perkiraan BMKG bahwa kekeringan akan berlanjut hingga Oktober bahkan November mendatang.

Terkait hal itu, Sekwil PKB NTB itu mengingatkan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, baik di Pemkab maupun Pemprov NTB secara umum mempunyai kerangka pencegahan dampak jangka pendek hingga jangka panjang.

“Jangan sampai mengambil tindakan setelah ada dampak dan jatuhnya korban jiwa. Selain dampak yang lebih luas, baik dari sisi kesehatan, pendidikan maupun ekonomi masyarakat setempat,” tegas Yonkq.

Karena wilayah Dompu dan Bima merupakan wilayah kontrol, pengawasan dan kapasitasnya, Yonkq menegaskan, persoalan kekeringan ini harus menjadi perhatian serius Pemprof NTB maupun Pemkab Dompu.

“Saya minta Pemprov menyusun langkah antisipatif kekeringan di NTB, terutama wilayah potensi terparah di Bima-Dompu,” desaknya.

Sedangkan sebagai langkah antisipasi terhadap kekeringan pada masa yang akan datang, Yonkq mengatakan, juga harus ada langkah strategis. Untuk hal ini, Guru To’i menawarkan dua saran.

“Antisipasi kekeringan mendatang, kurangi bor air skala besar dan konservasi mata air. Yakni memelihara dan mengembalikan perluasan sumber mata air di Dompu,” jelasnya. (zar)