
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, M.Si mengatakan, kedatangannya di kantor Bupati Dompu untuk bersilaturahmi, sekaligus berkoordinasi.
“Saya hadir memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di BNNP NTB,” ungkapnya pada wartawan usai pertemuan di ruangan kerja Bupati Drs. H. Bambang M. Yasin, Selasa (10/9).
Baca juga: http://lakeynews.com/2019/09/10/kepala-bnnp-ntb-dan-bnnk-bima-sambangi-bupati-dompu/
Dikatakannya, dalam pertemuan tersebut pihaknya mengapresiasi kinerja Bupati dan jajarannya dalam pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Hingga saat ini Program P4GN di Kabupaten Dompu terlaksana dengan baik. Terbukti, disini kan sudah ada Badan Narkotika Kabupaten (BNK),” jelas Sugianyar yang dicegat saat keluar ruangan itu.
Sugianyar mengingatkan, selain upaya penegakan hukum dan kegiatan sosialisasi, BNN hari ini memiliki peran rehabilitasi untuk penyalahguna bukan pengedar. “Masyarakat belum banyak yang mengetahui hal ini,” bebernya.
Upaya rehabilitasi penyalahguna ini, lanjutnya, diperuntukan para pengguna. Dalam Undang-undang jelas menyebutkan apabila dia melapor sendiri dan memiliki kesadaran untuk mengobati dirinya sendiri, maka penyalahguna itu tidak akan dituntut pidana. “Dia akan kita rehabilitasi. Itu biaya rehabilitasinya ditanggung negara alias gratis,” paparnya.
“Tetapi kalau penyalahguna ini didapat atau ketangkap oleh petugas saat razia atau operasi, maka akan dipidana dengan ancaman penjara minimal empat tahun,” sambungnya.
Kepala BNNP mengimbau warga Dompu agar mendorong pemulihan bagi korban pengguna Narkoba. “Saat ini layanan rehabilitasi sudah ada di RSUD Provinsi NTB,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya kesulitan mendapatkan pasien rehabilitasi, karena umumnya mereka tersembunyi. “Banyak yang belum tahu ada layanan rehabilitasi, disatu sisi banyak para orang tua yang masih ragu untuk melaporkan anaknya menjadi penyalahguna narkoba,” bebernya.
“Yang paling penting saat ini adalah kesadaran masyarakat dan lingkungannya untuk bersama-sama mengontrol, mengawasi dan mengajak untuk sembuh,” sambunya.
Ditegaskannya, bahaya Narkoba ini menjadi ancaman serius yang dapat merusak semua generasi, terutama generasi muda. “Mengantisipasi masuknya dan peredaran Narkoba, perlu ada sinergitas dan kesamaan pemahaman antarinstitusi, terutama dengan pemerintah daerah,” paparnya.
Sementara itu, Bupati HBY menyambut baik kedatangan kepala BNN Provinsi NTB yang didampingi Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH, MH bersama staf. ”Selaku kepala daerah, saya sangat mendukung penuh upaya P4GN,” cetusnya. (ady)
