
BIMA, Lakeynews.com – Seminar pembangunan Kabupaten Bima bertajuk “Prospek Pembangunan Ekonomi Daerah Berbasis Komoditi Unggulan dan Dukungan Sosial Politik“ di Kampus Vokasi Unram, Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, dihujani interupsi dan protes sejumlah peserta dan aktivis, Kamis (29/8). Aksi ini pun menjadi tontonan para peserta dan undangan lainnya.
Tidak hanya memprotes, mereka juga merasa tidak dihargai penyelenggara, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan Pusat Studi Konflik Agama dan Budaya (Puskab) NTB.
Kegiatan yang dihadiri Unsur FKPD, Kepala Bappeda H. Muzakkir M.Sc, kepala OPD lingkup Pemkab, LSM, akademisi, pemuda, dan mahasiswa ini menuai kecaman lantaran tidak hadirnya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wakil Bupati H. Dahlan M. Noor.
Salah satunya, aktivis Delian Lubis. Dia menegaskan, seminar ini tidak berbobot dan terkesan hanya buang-buang anggaran daerah saja. “Temanya saja yang wah, tapi isi dan konten yang disampaikan itu benar-benar tidak memiliki nilai sama sekali,” ungkapnya.
Dikatakannya, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kegagalan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima selama tiga tahun. “Kita dipaksa untuk mencari solusi dan jalan tengah dari kegagalan kepemimpinan Dinda-Dahlan selama ini,” bebernya.
Tidak hanya itu, aktivis PRD ini juga menyoroti ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Bima. “Ini benar-benar suatu bentuk kebohongan publik dan tidak beretika. Padahal, sebenarnya kegiatan ini untuk pencitraan,” ujarnya.
Di samping Delian, beberapa peserta lainnya juga melakukan interupsi. Bahkan, tidak kalah tajamnya dengan yang disampaikan oleh aktivis sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs. H. Muzakkir M.Sc menyayangkan tindakan dan sikap para aktivis tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan sikap dan pernyataan yang seharusnya tidak perlu dilontarkan dalam forum ilmiah semacam ini. Namun, itulah dinamika dan harus diterima dengan lapang dada,” tandasnya.
Ia menjelaskan, seminar ini diharapkan bermanfaat sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah bagi pembangunan berkelanjutan dalam hal pengembangan ekonomi Daerah.
“Forum ini juga merupakan wahana merumuskan peta konsep untuk memajukan komoditi unggulan daerah dan terbangunnya komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama dalam menciptakan kondisi sosial dan politik demi keterlibatan semua pihak dalam pembangunan,” ungkapnya.
“Forum seperti ini, bagusnya untuk dikembangkan terus menerus, karena dapat membantu kita dalam menyerap aspirasi masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber Dr. M. Irwan Husein, MP (Dosen Pascasarjana Fakultas Ekonomi Unram), Dr. H. Darwis, M.Si (Ketua Tim Perumus dan Perencana Pembangunan Kota Bima era Walikota M. Noer Latif/Akademisi Bima), Dr. Syarif Ahmad, SE, M.Si (Dosen STISIP Mbojo Bima) dan moderator Mulyadin, M.Pd. (ady)
