
BIMA, Lakeynews.com – Warga Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Selasa (27/8) pagi kembali melakukan unjuk rasa di Mapolres dan Kantor Bupati Bima. Buntut kasus pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum perangkat desa terkait dan telah diadukan masyarakat sebelumnya.
Massa yang dikoordinatori Jamaludin mendesak kepolisian agar lebih serius memproses dan menuntaskan kasus dugaan pungli itu. Kepada Inspektorat Bima juga didesak memproses masalah ini. Massa juga menuntut Bupati memecat oknum-oknum aparat desa yang diduga kuat melakukan pungli tersebut.
Ketika berorasi di Mapolres, Panda, massa menilai kepolisian lamban memproses kasus tersebut. “Kami minta pihak penegak hukum (kepolisian) agar segera memproses hukum hingga ke pengadilan oknum aparat Pemerintah Desa Mbawa yang melakukan pungli,” teriak salah satu orator di depan Mapolres.
Dugaan praktik pungli dimaksud, antara lain, menarik uang pada warga untuk Prona dengan nilai yang bervariasi, dari Rp. 350 ribu sampai Rp. 500 ribu.
Warga menilai, pihak Polres Bima tidak serius menangani kasus pungli tersebut. “Kami berharap aparat penegak hukum segera memproses kasus ini. Kami sudah siapkan saksi untuk memberikan keterangan, apabila dibutuhkan oleh pihak penegak hukum,” ujar Korlap Aksi Jamaludin.
Setelah beraksi di depan Mapolres, massa menuju dan beraksi di depan Kantor Bupati, wilayah Desa Dadibou, Kecamatan Woha. Di sana, massa juga melakukan orasi.

“Kami meminta Bupati Bima memecat oknum Sekdes dan oknum Kaur Pemdes Mbawa yang selama ini (diduga) telah melakukan pungli terhadap warga setempat,” pinta mereka dalam orasinya.
Massa juga meminta Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri agar menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait prilaku pungli oknum jajarannya di Pemdes Mbawa. “Apabila Bupati Bima tidak mau menemui kami, kami akan melakukan hal lebih dari aksi saat ini di Desa Mbawa,” ancam massa.
Massa kemudian diterima Kabag Hukum Setda Bima Arif Ma’ruf, SH mewakili Bupati. “Keinginan dan aspirasi dari warga Desa Mbawa terkait oknum perangkat desa yang diduga menyelewengan tugasnya akan kami sampaikan kepada Bupati,” kata Arif.

Sebelumnya, Arif menyampaikan terima kasih atas adanya laporan ini. Dia dan masyarakat sama-sama berupaya memberantas penyelewengan oknum pelaksana pemerintahan di bawah.
Arif berjanji, masalah yang disampaikan warga Mbawa itu akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait, Inspektorat untuk menindaklanjutinya. “Akan tetap kami tindak lanjuti dengan cepat. Mohon bersabar. Saya akan minta bantuan kepada aparat yang berwenang agar cepat merespon,” ujarnya. (zar)
