Bocah perempuan berusia 1,5 bulan Zahwa Julia Akhila di Gubuk Jero Buwuh, Lombok Tengah ini sangat membutuhkan bantuan dana untuk biaya operasi kepalanya. (ist/lakeynews.com)

Berikan Tali Asih, Giat Empati HUT Ke-71 Polwan RI

MATARAM, Lakeynews.com – Penderitaan bocah perempuan berusia 1,5 bulan, Zahwa Julia Akhila mengetuk hati Polisi Wanita (Polwan) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Polwan Polres Lombok Tengah (Loteng). Bocah Zahwa menderita pembesaran daging di bagian kepalanya.

Sejumlah perwakilan Polwan mengunjungi dan menyerahkan bantuan dana tali asih kepada bayi itu di Gubuk Jero Buwuh, Dusun Sebolet, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Loteng, Jumat (23/8). Rombongan Baksos dipimpin Kompol Roro Sri Wahyuningsih.

“Dana tali asih ini merupakan sumbangan sukarela Polwan,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Purnama, S.IK, Sabtu (24/8).

Kunjungan dan pemberian bantuan Polwan di bawah pembinaan Karo SDM Polda NTB Kombes Pol Ucu Kuspriyadi, SIK, MH, M.Si itu bagian dari bhakti sosial (Baksos) Polwan NTB dalam menyambut HUT Ke-71 Polwan RI. Kegiatan itu, bentuk empati Polwan Polda NTB bersama Polwan Polres Loteng.

Menurut Purnama, Koordinator Baksos Polwan tahun ini, Pakor Polwan Polda NTB AKBP Hj. Mariam. Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana AKBP Dra. Hj. Tribudi Pangastuti, MM (Irbid Bin Itwasda Polda NTB). Anggotanya, Kompol Roro Sri Wahyuningsih dan IPTU Baiq Widiati.

Apa saja yang menjadi pertimbangan Polwan NTB bersama Polwan Polres Loteng menjadikan Zahwa Julia Akhila sebagai sasaran kegiatan empati itu?

Menanggapi itu, Pakor Polwan Polda NTB AKBP Hj. Mariam menyampaikan beberapa alasan dan penjelasan. Salah satunya, adanya lembaran kertas kecil dari Zahwa.

“Ada secarik kertas dari adik Zahwa Julia Akhila. Itulah mengetuk hati kami untuk bersama-sama memberikan tali asih dan motivasi kepada kedua orang tua adik Zahwa yang sedang berjuang melawan sakit,” jelas Mariam.

Berikut isi secarik kertas adik Zahwa Julia Akhila itu;

“Assalamualaikum Kakak.
Perkenalkan namaku Zahwa Julia Akhila. Usiaku baru satu bulan (lebih), aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ibuku hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan ayahku bekerja sebagai buruh serabutan.
Pada tanggal 09 Juli 2019, aku terlahir dengan kondisi tidak normal dengan bagian kepala seperti ini. Sudah sebulan aku hanya diobati dengan cara tradisional dan belum tersentuh indakan medis.
Kata dokter aku sebenarnya bisa sehat dengan cara tindakan dioperasi, tetapi orang tuaku tidak mampu membiayai operasiku. Mohon bantuannya kakak, agar aku bisa dioperasi.
Aku ingin sekali bisa segera sehat agar aku bisa tumbuh besar dengan normal. Jika besar nanti, aku ingin menjadi kebanggaan orang tuaku.
Semoga kakak-kakak sudi membantu. Semoga kakak-kakak yang sudah mendonasikan sedikit hartanya mendapatkan kesehatan, pahala dan rezeki yang berlimpah dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin YRA.”

“Demikian isi secarik kertas yang kami terima,” kata Mariam yang diperkuat AKBP Hj. Tri Budi Pangastuti via ponselnya pada Lakeynews.com, pagi ini.

Rombongan Polwan ke Gubuk Jero Buwuh, Desa Mujur, Praya Timur, Lombok Tengah dipimpin Kompol Roro Sri Wahyuningsih. (ist/lakeynews.com)

Dijelaskan Mariam, momentum Hari Jadi Polwan RI Tahun 2019 ini, bakti Polwan Polda NTB untuk masyarakat tercurah melalui kegiatan bakti sosial.

“Kami turut merasakan dan mengungkapkan syukur serta khidmat yang luar biasa kepada Allah SWT. Yakni melalui doa dan semangat yang dipersembahkan kepada keluarga dan seorang putri kecil yang menaruh harapan besar akan semangat hidup, berjuang melewati rasa sakit yang dialami,” tutur Mariam.

Diketahui, HUT Ke-71 Polwan RI ini mengangkat tema; “Dengan Semangat Promoter Bhakti Polwan untuk Masyarakat Bangsa dan Negara, Polwan Unggul Indonesia Maju.” (won)