Visi STIPAR Soromandi; “Menjadikan STIPAR Soromandi Bima sebagai pusat pendidikan unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dalam dan luar negeri dengan kompetensi bidang pariwisata secara efektif dan holistik pada tahun 2028.”

Dewan Pembina Yayasan Al-Arif Bima (Yalabim) Abustam, S.Sos, SH, MH. (ist/lakeynews.com)

Ditunjang Civitas Akademik dan Sarana Prasarana yang Memadai

BIMA, Lakeynews.comIngin bekerja di pemerintahan sebagai PNS? Atau sebagai tenaga pendidik, konsultan pariwisata, event organizer, pengusaha biro perjalanan (tour and travel) dan praktisi perhotelan?

Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima adalah salah satu lembaga yang tepat bagi Anda untuk menempa dan mempersiapkan diri dalam menjawab harapan-harapannya di atas.

STIPAR Soromandi yang di bawah naungan Yayasan Al-Arif Bima (Yalabim), saat ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi pariwisata (PT) di Pulau Sumbawa.

Legalitasnya PT yang berkedudukan di Jalan Lintas Soromandi, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Bima, NTB itu tak diragukan lagi. Menurut Dewan Pembina Yalabim, Abustam, S.Sos, SH, MH, STIPAR Soromandi Bima telah mengantongi Rekomendasi Kopertis Wilayah VIII dengan Nomor: 0833/KB/KI/2015.

Selain itu, ada Surat Keputusan (SK) Menristek Dikti Nomor: 576/KPT/I/2018. “STIPAR Soromandi juga telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),” jelas Abustam pada Lakeynews.com, Selasa (20/8).

Visi STIPAR Soromandi, lanjutnya, “Menjadikan STIPAR Soromandi Bima sebagai pusat pendidikan unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dalam dan luar negeri dengan kompetensi bidang pariwisata secara efektif dan holistik pada tahun 2028.”

Untuk mewujudkan visi lembaga STIPAR Soromandi, dengan Jurusan S1 Pariwisata diajarkan sejumlah mata kuliah. Yakni Bahasa Asing (Inggris, Mandarin, Arab dan Perancis), Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata dan Pemahaman Lintas Budaya Nusantara.

Selain itu, ada juga mata kuliah Manajemen Perhotelan, Manajemen Kapal Pesiar, Statistik Bisnis Pariwisata, Manajemen Kawasan Wisata Kebudayaan NTB, Kearifan Lokal Mbojo (Bima), Geografi Pariwisata Nasional, Geografi Pariwisata Internasional, Agro Wisata dan mata kuliah Manajemen Tour and Travel.

Disamping itu, sarana prasarana dan fasilitas penunjang aktivitas lainnya cukup memadai. Saat ini, sedang dituntaskan pembangunan gedung yang representatif. Posisi yang condong ke pantai (laut) membuat kampus tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Civitas akademik STIPAR Soromandi pun patut dibanggakan. Sejumlah guru besar, profesor dan doktor, serta belasan magister ada di sana. Diantaranya; Prof. Dr. Mattalatta, Prof. Dr. Ansar, Dr. Hasmin, Dr. Gunawan, Dr. Ilham, Dr. Edy, Dr. Asri Mbojo, Abustam, MH, Nur Jumriatunnisah, MM, Rusmin Nuryadin, dan lainnya.

STIPAR Soromandi di bawah naungan Yayasan Al-Arif Bima (Yalabim). (ist/lakeynews.com)

“Kami (STIPAR Soromandi) memiliki beberapa lembaga menjadi mitra kerja. Antara lain, Ristekdikti, Maxone Hotels (maxonehotels.com) dan Hotel Gladiol Makassar,” ungkap Abustam.

Tahun ini, tambah Abustam, adalah tahun kedua STIPAR Soromandi menerima mahasiswa baru. Rencananya, penerimaan mahasiswa baru dimaksud dibuka hingga September depan.

Sedangkan pada penerimaan “perdana” mahasiswa baru tahun lalu, STIPAR Soromandi mampu menarik mahasiswa baru sebanyak 40-an orang.

STIPAR Soromandi, perguruan tinggi baru dan hanya dengan satu jurusan. Namun, kemampuan menarik mahasiswa baru sebanyak itu dinilai sebagai hal yang luar biasa. Bahkan, layak diperhitungkan, paling tidak di tiga kabupaten/kota NTB bagian timur (Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima). (zar)