
DOMPU, Lakeynews.com – Beragam kegiatan diselenggarakan untuk menyambut, memeriahkan dan memperingati Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019. Baik kegiatan yang dilakukan pemerintah maupun elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar.
Salah satunya, Pentas Seni Budaya yang digelar Kolaborasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Desa Karamabura bersama Lembo Ade Community di Desa Karamabura, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, 13-17 Agustus 2019.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Mini Dusun Rora Timur, Karamabura tersebut, telah dibuka Kepala Desa Karamabura Aswan, Selasa (13/8) malam. Acara pembukaan dimeriahkan pertunjukan Hadrah oleh kelompok Hasan Wahid (Ama Heso) dkk.
Ada sejumlah mata lomba pada kegiatan yang disponsori dan didukung PT. Mandala Finance, Sanggar Londo Loa, Kompak-DT, Prof. Dr. Mansyur H.A. Gani dan Lakeynews.com. Antara lain, Rimpu Tembe Ngoli, Patu Mbojo-Dompu, Tarian Adat budaya, Teatrikal, Akustik Mbojo-Dompu, dan Musik Kalisasi Puisi.
Sedangkan Juri Tari Budaya adalah Ismail, salah satu pencetus tari kolosal pada Peringatan Tambora Menyapa Dunia beberapa waktu lalu. Untuk menilai lomba ini Ismail melakukan bersama Ira Purwanti.
Diakui, kegiatan (lomba) itu hanya level atau skala desa. Namun, sebagai jurinya menghadirkan figur-figur hebat di Kabupaten Dompu. Untuk juri Akustik Mbojo dan Dompu misalnya, panitia mendatangkan salah satu penyanyi pop sohor Joni Keke.
Kemudian lomba Patu Mbojo dinilai Hermansyah dan Nehrul Atmaja, lomba Rimpu Mbojo oleh Ira Purwanti dan Nehrul. Sedangkan juri yang menilai lomba Musikalisasi Puisi adalah Sugarman dan Ida Faridah.

Prof. Mansyur Ingin Wujudkan Kampung Budaya
Ketika memberikan sambutan selama beberapa menit, Prof. Dr. Mansyur H.A. Gani, melontarkan apresiasinya terhadap kegiatan yang dimotori para anak muda dan mahasiswa itu.
Pria yang belakangan ini namanya menguat disebut sebagai Bakal Calon Bupati Dompu 2020-2025 itu menyebut, kebudayaan merupakan salah satu program prioritasnya.
“Salah satu mimpi besar saya adalah membangun kampung budaya. Jika Allah SWT meridhai kami untuk memimpin Dompu ke depan, insya Allah ini diwujudkan,” kata Prof. Mansyur.
Terkait jenis kesenian Hadrah seperti yang ditampilkan pada pembukaan Pentas Seni Budaya di Karamabura itu, Prof. Mansyur mengharapkan pada kelompok Hasan Wahid (Ama Heso), agar menularkannya pada generasi penerus.
“Supaya kesenian ini tidak luntur dan hilang, Ama Heso dkk perlu menurunkan dan mengajarkan kepada generasi muda dan anak-anak penerus,” imbuh Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.
Menurutnya, anak-anak yang suka permainan tradisional lebih pintar beberapa kali lipat dibandingkan dengan yang lain. “Lebih baik bermain tradisional daripada main game dengan HP,” ujarnya.
Sebelumnya, Kades Karamabura Aswan saat memberikan sambutan mengatakan, kegiatan budaya tidak lepas dari nilai-nilai keislaman. “Perlu terus dikembangkan dengan baik,” katanya.
“Pentas Seni Budaya harus dilestarikan karena banyak nilai positifnya. Misalnya, bisa menjauhkan remaja atau anak muda dari kenakalan,” sambung Aswan dalam pembukaan kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Dompu dalam Menghadapi Pengaruh Modernitas” itu. (tim)
