Suasana seminar yang diselenggarakan IMAKO Mataram, Minggu (4/8). (ady ardiansyah/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Ikatan Mahasiswa Kilo (IMAKO) Mataram menggelar seminar pendidikan bertema “Peran Peserta Didik dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan itu berlangsung di Aula SMAN 2 Kilo, Minggu (4/7).

Acara ini menghadirkan pemateri dari berbagai elemen yang berkompeten di bidangnya. Antara lain, dosen muda IKIP Mataram asal Desa Mbuju, Kecamatan Kilo Muh. Rangga Wali, M.Pd, Ketua Majelis Adat dan Sakaka Dana Dompu Muhammad Redho Iradat, S.Gz. Pesertanya sekitar 100 orang mahasiswa dan pelajar dari SMAN 1, SMAN 2 dan SMKN 1 Kilo.

“Seminar ini untuk menghasilkan berbagai pemikiran yang solutif dan inovatif terkait era digitalisasi semua aspek kehidupan manusia atau revolusi industri 4.0, ” tutur Ketua IMAKOM Ardiansah pada Lakeynews.com.

Ia menuturkan, setelah diadakannya kegiatan ini, millenial terutama pelajar dari Kecamatan Kilo dan Dompu umumnya, lebih uptodate dan siap menghadapi arus perubahan zaman yang sangat pesat serta serba canggih ini.

Pemateri Muh. Rangga Wali memaparkan, generasi millenial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 atau Revolusi Industri Generasi ke Empat. Era revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dan otomasi disemua aspek kehidupan manusia.

“Banyak pihak yang belum menyadari adanya perubahan tersebut, terutama di kalangan pendidik. Padahal semua itu adalah tantangan generasi muda atau generasi millenial saat ini,” bebernya.

Sebagai seorang pendidik, kata Rangga, harus memiliki tanggung jawab untuk membawa mereka bertahan dengan kehidupan yang akan datang dan mempersiapkan peserta didik dengan skill masa depan.

Sementara itu, Pemateri Muhammad Redho Iradat mengatakan, melalui pendidikan, pemuda Dompu –terutama pelajar-pelajar di bangku sekolah– diharapkan mampu berfikir secara global, selektif dan bertindak lokal.

“Meski digempur dengan kemajuan dan kecanggihan zaman, kita tetap melestarikan budaya dan mempertahankan kearifan lokal kita sebagai Dou Dompu,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, banyak pelajar menggunakan media informasi yang bukan pada tempatnya dan cenderung bernilai negatif. “Harusnya kita manfaatkan semua itu untuk hal-hal produktif dan menguntungkan untuk diri kita sendiri dan orang banyak,” cetus pria yang juga perintis pusat oleh-oleh Dompu, Ngguwu Ruka Wanga ini.

Ditambahkan, generasi millenial dituntut berani bermimpi, mempunyai berbagai rencana dan siap menghadapi momentum revolusi industri 4.0. “Untuk itu, seorang millenial di Dompu harus sadar akan fenomena ini. Bisa menjadi ancaman atau menjadi peluang, tergantung bagaimana cara menyikapi hal tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Dae Redo ini. (ady)