Bela Martabat Suku, Ratusan Warga Demo ke Kantor Bupati dan Polres Bima

BIMA, Lakeynews.com – Reaksi atas ujaran penghinaan melalui Facebook (FB) terhadap etnis Donggo yang diduga dilakukan wanita berinisial ESN, oknum ASN RSUD Sondosia, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kian kencang. Pagi tadi (1/8), ratusan warga etnis Donggo dari berbagai penjuru Bima terutama dari Kecamatan Donggo dan Soromandi, berdemo di Kantor Bupati dan Polres Bima.
Dalam aksinya, sejumlah perwakilan massa berorasi secara bergilir. Mereka antara lain, Ferry Ihram Sulaiman dari Desa Wadukopa, Muhammed Sadam (Desa Mpili), Gazali alias Rijal (Desa Kala), Kura’an Kritis (Wadukopa), Yaser (Desa Punti).
Intinya, mereka menuntut keadilan hukum dan administrasi terhadap oknum ASN yang dinilai tidak beretika, menciderai dan melukai hati serta perasaan masyarakat etnis Donggo.
Karena itu, massa mendesak Pemkab Bima di bawah kepemimpinan Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Dahlan H.M. Noer memberikan sanksi tegas kepada oknum ESN itu. Mulai hukuman administrasi, pemindahan ke daerah terpencil hingga pemecatan dari posisinya sebagai ASN.
Sedangkan kepada pihak kepolisian, massa menuntut proses hukum terhadap kasus yang telah dilaporkan anggota terpilih DPRD Bima Dapil 3 (Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora) Rafidin, S.Sos tersebut dituntaskan. Harapannya, oknum bersangkutan mendapatkan ganjaran hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Sanksi administrasi pemecatan dan penjara diperlukan agar ada efek jera, baik bagi oknum ESN maupun oknum serta pihak lain di masa mendatang. Sehingga, tidak lagi terulang hal serupa.
Diketahui, kasus penghinaan terhadap etnis Donggo ini telah terjadi empat kali. Dua kali sebelumnya berakhir dengan kata maaf dan kekeluargaan. Kemudian, kasus ketiga yang diduga dilakukan ESN. Dan, satu kasus lagi kasus penghinaan itu terjadi di Kabupaten Dompu yang diduga dilakukan akun FB “Hilmin Kecik”.
Di kantor Bupati, usai berorasi secara bergilir, massa diterima Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bersama Wabup Drs. Dahlan H.M. Noer dan beberapa pejabat lainnya.
“Saya selaku pucuk pimpinan tertinggi di Pemerintah Kabupaten Bima ikut merasakan dan memaklumi sakitnya yang dirasakan oleh keluarga saya (dari etnis Donggo) saat ini,” kata Umi Dinda (sapaan Bupati Bima) pada massa di gerbang kantornya.
Karena itu, setelah mendengar aspirasi massa tersebut, Umi Dinda berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum anak buahnya yang berdinas di RSUD Sondosia itu.

Setelah beraksi di kantor Bupati, massa bergerak menuju Polres Bima. Di Mapolres, massa tersebut diterima Wakapolres Kompol Abdi M. dan Kasat Reskrim.
Kepada massa, Abdi menegaskan, selain sebagai Wakapolres dirinya merupakan putra asli Bima. “Saya asli Mbojo. Mbojo Donggo sama dengan saya. Saya asli darah Mbojo,” tandasnya.
Pihaknya mendukung apa yang dilakukan dan disampaikan massa aksi. Dan, apapun aspirasi itu menurutnya harus ditegakkan. “Kami siap melayani. Tugas kami kepolisian melayani masyarakat,” tandasnya. (tim)
