Hurri Nugroho: BNN Bukan hanya Nangkap Pelaku tapi juga Edukasi

Kepala “baru” BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH, MH dan istri. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Tugas seorang kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) ke depan diyakini tidak ringan. Apalagi BNNK Bima membawahi tiga daerah; Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

Ketiga daerah tersebut diketahui berstatus darurat Narkoba. Tentu, hal itu membuat tugas BNNK Bima lebih berat dari BNNK lain.

Baca juga; http://lakeynews.com/2019/08/01/empat-pejabat-bnnp-ntb-dimutasi-akbp-hurri-nugroho-kepala-bnnk-bima/

Bagaimana tanggapan Kepala “baru” BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho, SH, MH?

“Benar, itu tugas berat saya ke depan. Saya harus mampu mengkoordinasikan dengan baik tiga kabupaten dan kota di bawah wilayah tugas dan tanggung jawab saya,” kata Hurri pada Lakeynews.com via video call, Kamis (1/8) malam.

Karena itu, Hurri yang sebelumnya menjabat kepala BNNK Sumbawa Barat, mengharapkan kepada semua stakeholder agar mendukung dan berperan aktif dalam menyukseskan tugas-tugas BNN ini. “Terutama dukungan penuh pemerintah kabupaten dan kota, serta pihak-pihak terkait sangat kita harapkan,” ujarnya.

Dijelaskan, negara Indonesia saat darurat Narkoba. Posisi daerah Bima-Dompu juga demikian. Memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, tidak bisa hanya mengandalkan BNN atau kepolisian. “Sehingga, sekali lagi, dukungan dan peran aktif semua pihak sangat diharapkan,” imbuh Hurri.

Terkait upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, lanjut Hurri, kehadiran BNN termasuk di Bima-Dompu bukan hanya untuk menangkap dan memenjarakan pelaku. Namun, lebih dari itu.

“Berdasarkan sejumlah regulasi, peraturan dan perundang-undangan yang ada, BNN juga mempunyai fungsi dan tugas edukasi pada semua stakeholder dan masyarakat,” tegas pria yang pernah menjabat Wakapolres Lombok Barat ini.

Hasil pengamatan Hurri waktu bertugas di Sumbawa Barat (sebagai kepala BNNK), tahanan dan narapidana yang mengisi lembaga pemasyarakatan sekitar 50 persen terlibat kasus Narkoba.

Banyak hal yang memotivasi mereka terlibat dalam pengedaran dan penyalahgunaan Narkoba. Diantaranya, faktor ekonomi dan lainnya. “Nah, edukasi dan upaya pencegahannya ini lebih penting dilakukan,” tandas Hurri. (won)