MATARAM, Lakeynews.com – Ini kabar gembira bagi pehobi mendaki gunung. Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI Tahun 2019, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali membuka jalur pendakian. Hanya saja, pembukaan pendakian itu tetap secara terbatas seperti 14 Juni lalu, baik jalurnya maupun kuota (jumlah) pendaki per hari.
Kembali dibukanya jalur-jalur pendakian Gunung Rinjani tersebut, menurut Kepala Balai TNGR Ir. Sudiyono, M.Si, karena setiap tahun, peringatan Hari Kemerdekaan RI dirayakan juga oleh masyarakat, khususnya pendaki di jalur pendakian.
Pendakian dibuka secara terbatas hanya sampai di Pelawangan (Pelawangan Sembalun, Pelawangan Senaru dan Pelawangan Timbanuh). “Ada empat jalur pendakian yang dibuka; jalur Sembalun, Senaru, Timbanuh dan Aik Berik,” jelas Sudiyono dalam siaran persnya yang diterima media.
Demikian pula kuota per hari tiap jalur, juga dibatasi dan tidak ada penambahan kuota. “Kuota per hari jalur Pendakian Sembalun 150 orang, Senaru 150 orang, Aik Berik 100 orang dan jalur Pendakian Timbanuh 100 orang,” papar Sudiyono.
Hal tersebut seiring dengan dilakukannya perbaikan manajemen pendakian dengan pemberlakuan booking online via aplikasi eRinjani (Android dan Web) dan pembatasan jumlah pendaki harian (kuota)
Balai TNGR tidak memberlakukan tambahan kuota pendakian dengan beberapa alasan dan pertimbangan. Antara lain, faktor keamanan dan kenyamanan pendaki, kemungkinan dampak negatif terhadap ekosistem dan daya dukung lingkungan atau kawasan.
“Seluruh pendaki diwajibkan untuk mematuhi standar operasional pendakian (SOP) Taman Nasional Gunung Rinjani,” tegas Sudiyono.
Apabila membutuhkan informasi SOP Pendakian, data kondisi jalur dan manajemen pendakian TNGR, Sudiyono mengarahkan agar menghubungi call center TNGR; 081 128 3939 atau melalui media sosial. (zar)

