Penuhi Kebutuhan Air, 400-an KK Harus Jalan Kaki Sekitar 2,5 Kilometer
BIMA, Lakeynews.com – Krisis air bersih di Dusun Ndano Ndere, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, terjadi setiap tahun dan sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, hingga kini, masalah klasik tersebut belum juga teratasi.

”Kesengsaraan ini sudah puluhan tahun terjadi dan tidak pernah ada perubahan, terutama setiap musim kemarau,” kata Amiruddin Amir, pria asal Ndano Ndere.
Demi memenuhi kebutuhan air sehari-sehari, sekitar 400-an kepala keluarga (KK) setempat bergantung hidup pada dua sungai. Yakni Sungai Tanggiri dan Sungai Air La Hempi.
Untuk mendapatkan air tersebut, warga harus menempuh perjalanan yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari pemukiman. Yang menyedihkan, umumnya mereka keluar rumah, pergi mengambil air dengan jalan kaki.
”Rata-rata warga pergi ambil air setelah shalat Subuh. Setiap hari mereka memakai air sungai untuk masak, mencuci dan mandi,” ungkap Amir (sapaan Amiruddin) pada Lakeynews.com.
Bukan itu saja, menuju sungai tersebut, warga harus melalui jalan yang curam dan terjal. Bahkan, berada di bibir jurang yang sangat dalam.

Terkait masalah air yang sangat lama ini, masyarakat Ndano Ndere seolah belum menikmati kemerdekaan. Meski demikian, warga tetap semangat dan berjuang untuk bertahan hidup dibawah keterpurukan nasib tersebut.
Membantu warga setempat, pemerintah pernah memasangkan pipa air dari sungai ke pemukiman warga. Namun, tidak bertahan lama. ”Pipa itu dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Untungnya dalam beberapa hari terakhir, warga setempat mendapat suplay air dari Kodim dan Polres Bima. Air tersebut diangkut menggunakan mobil tangki.
Tampak tumpukan dan antrean panjang jeriken berbagai ukuran, menunggu giliran untuk diisi air. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bima beserta jajaran serta Dandim Bima beserta jajaran atas bantuan airnya,” ujar Amir. (tim)
