Oleh: Supryadin *)
SEMANGAT Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) dalam mengembangkan pertanian begitu tinggi, terutama mendorong masyarakat untuk menanam jagung. Masyarakat yang terbiasa menanam kacang kadelai, kini menjadi menanam jagung setiap tahun.

Masyarakat sangat terbantu adanya program jagung ini. Selain meningkatkan penghasilan masyarakat, juga memajukan pendapatan Kabupaten Dompu. Atas kesuksesan di bidang perekonomian HBY mendapatkan penghargaan dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) mengenai pencapaian indikator strategi pembangunan daerah dari tahun 2013 sampai 2018 tentang penurunan angkatan kemiskinan.
Bukan itu saja, Bupati Dompu dinobatkan sebagai kepala daerah terbaik di Asia dalam ajang Awards 2018 di Malaysia. Tentu kita sebagai masyarakat sangat berbangga atas keberhasilan dalam memimpin Kabupaten Dompu mulai tahun 2010 sampai 2019 ini.
Dalam hal tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Dompu telah membuktikan dirinya mampu menjalankan Otonomi Daerah dengan baik. Masyarakat pun sangat antusias berpartisipasi dalam proses pembangunan terutama di bidang pariwisata dan pertanian.
Momentum otonomi daerah saat ini adalah bagaimana dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pembangunan daerah seperti melakukan perbaikan lembaga (institusional reform), perbaikan sistem manajemen keuangan publik dan reformasi manajemen publik. Menurut Mardiasmo di dalam bukunya Ni’ Matul Huda tentang Hukum Pemerintahan Daerah.
Pelaksananaan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang baik, itu menjadi cita-cita kita bersama-sama. Mewujudkan kemaslahatan masyarakat Dompu adalah keinginan kita, tanpa ada keberpihakan dalam menentukan kebijakan.
Di bidang pertanian daerah yang terkenal dengan motto Nggahi Rawi Pahu ini, berhasil meningkatkan produksi jagung, dan telah diapresiasi langsung oleh pemerintah pusat. Bahkan, pusat telah berencana akan membangunan pabrik pengelolaan pakan ternak mini. Demikian dikatakan oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI DR. Sumarjo Gatot Irianto, saat kunjungannya, beberapa waktu lalu.
Meningkatnya pertumbuhan komoditi jagung, karena dipergaruhi stabilnya harga jagung di tingkat petani. Dan juga kehadiran pembangunan Mega Proyek Raba Baka Kompleks, membuat operasi pembangunan membawa dampak positif terhadap petani jagung.
Besar anggaran dalam pembangunan sekitar Rp. 1 triliun. Tujuan pembangunan proyek tersebut untuk mengairi sawah seluas 4.039 hektare, dengan kebutuhan air bersih dan keperluan listrik bagi 100.000 penduduk, supaya memudahkan masyarakat dalam mengelola pertanian dan pariwisata.
Diiketahi, sejak tahun 2010 sampai 2017 Kabupaten Dompu telah mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 1 persen pertahun. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen. Sedangkan pada tahun 2019, areal penanaman komoditi jagung mencapai 84 ribu hektare dengan target luas lahan mencapai 150 hektare di Kabupaten Dompu.
Pada tahun 2018 ada beberapa perencanaan dan pelaksanaan yang dijalankan oleh Bupati dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertanian, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dengan pendapatan asli daerah (PAD), sebesar Rp. 89,019 M. Kabupaten Dompu menggelontorkan Dana Desa (DD) sebesar Rp 63,127 M, Dana BOS SD dan SMP sebesar Rp 38,224 M.
Hal diatas, tentu memperlihatkan adanya komitmen dan keseriusannya dalam mengunakan APBD sebaik-baiknya. Sesuai amanat Undang-udang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Di tahun 2019 ini, kita mempunyai mimpi yang besar dalam mewujudkan kabupaten Dompu berotonomi daerah yang progresif dan bermartabat dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga daerah bisa menetapkan sebuah kedaulatanya sendiri.
Pada dasarnya ada relasi yang baik antara Bupati Dompu dengan Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, DR. Sumarjo Gatot Irianto dalam mengoptimalkan jagung. Apalagi Dinas Pertanian yang berperan penting dalam mengakomodasikan seperti pupuk, bibit dan obat-obatan vitamin bagi petani dalam mengembangkan jagungnya.
Meskipun pemerintah melakukan impor jagung di beberapa negara seperti di Filipina. Tapi petani jagung sangat tidak setuju dengan rencana pemerintah yang melakukan impor tersebut. Karena petani jagung dalam mengelola jagung masih secara konvensional.
Sangat kecewa dengan rencana pemerintah mengimpor jagung, memang impor itu sulit dikendalikan pasarnya dan akan berdampak pada harga jual jagung di tingkat petani. Ujar Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin.
Bupati tidak menginginkan terhadap masyarakatnya ada konflik, bupati selalu mementingkan menjadi kebutuhan masyarakat dan pontensi daerah yang harus dikembangkan secara seksama dan tanpa diskrimanasi antara satu dengan lainnya. Dan tujuanya masyarakat bisa hidup bahagia dalam mengembangkan asas perekonomian.
Dan keberhasilan dibidang jagung mampu menyejahterakan masyarakat Dompu, dikarenakan Pemerintah Dompu membangun kerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Desa supaya bisa merealisasikan cita-cita negara, bangsa dan masyarakat. (*)
*) Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

Komoditi jagung memang membahana, tapi aspek urgen lainnya terlalu jauh dikesampingkan. Pembukaan lahan yg tak terawasi telah melahirkan kehancuran alam dgn berjuta ekosistemnya, harga jagung pun jauh panggang dari api.