Pilkada Dompu 2020; Antara Pemerhati Medsos vs Hasil Poling Medsos
Oleh: Adhar, dkk *)
Fenomena Pilkada Dompu yang akan digelar tahun 2020 menarik untuk dibicarakan, baik oleh masyarakat Dompu yang tinggal di Dompu maupun oleh masyarakat Dompu yang tinggal di rantauan (luar Dompu). Hal tersebut dikarenakan petahana sekarang H. Bambang M.Yasin (HBY) tidak bisa lagi ikut berkompetisi (sudah 2 periode).
Sebagian besar masyarakat memprediksi persaingan untuk merebut posisi EA 1 dan EA 2 sangat kompetitif. Namun, sebagian kecil masyarakat (diwakili oleh beberapa pemerhati Media Sosial) masih mempercayai bahwa efek HBY masih sangat besar dan keluar pernyataan, “Siapapun yang didukung oleh HBY akan memenangkan kompetisi tersebut”. Benarkah pernyataan sebagian kecil masyarakat/pemerhati media sosial tersebut?
Untuk menguji pernyataan tersebut, mari kita lihat hasil poling yang sudah berkembang di media sosial akhir-akhir ini, dengan memunculkan bakal calon yang berbeda-beda untuk setiap poling. Tentunya hasil poling ini belum bisa dijadikan ukuran untuk kemenangan bakal calon, tetapi setidaknya ada data yang bisa kita jelaskan tentang kecenderungan pengguna media sosial yang ada di daerah ini, dibandingkan dengan pernyataan pemerhati media sosial (boleh adu data) yang berbicara atas subjektivitas dirinya sendiri.
Hasil Poling Media Sosial
1. Poling dengan alamat web: https//pollingkita.com/22239?ref=wa (dibuat tanggal 20/06/2019 entah oleh siapa?)

Poling ini diikuti oleh 479 orang sebagai voter dan diikuti oleh 8 orang Bakal Calon EA 1. Urutan tiga teratas hasil poling ini menempatkan Prof. Mansyur (43.2%), Ika Rezky Veryani (32.2%) dan H. Ikhtiar Yusuf (14.4%). Hasil lainnya, 11.2% terbagi oleh 5 lainnya.
2. Poling dengan alamat web: pollingkita.com/22544?ref=wa (dibuat tanggal 22/06/2019 entah oleh siapa?)

Poling kedua ini lebih banyak voter yang ikuti yaitu 1388 orang. Poling ini diikuti oleh 5 orang Bakal Calon EA 01. Urutan masing-masing hasil poling ini yaitu menempatkan Prof. Mansyur (49.9%), Muhammad Ruslan (40.3%) dan H. Ikhtiar (5.0%). Kemudian hasil lainnya, Arifuddin SH (3.2% ) dan Yuhasmin (1.7%).
3. Poling dengan alamat web: pollingkita.com/21896?ref=wa (dibuat tanggal 18/06/2019)

Poling ketiga ini lebih sedikit responden yang memberikan suara dibandingkan dengan dua poling sebelumnya yaitu 291 orang dengan peserta yang bakal calon 6 orang. Tiga urutan teratas hasil poling ini yaitu menempatkan Prof. Mansyur (46.0%), Mulyadin, SH, MH (29.6%) dan H. Ikhtiar (10.0%). Sisanya sekitar 20.4% dibagi oleh ketiga calon lainnya seperti yang terlihat pada gambar di atas.
4. Poling dengan alamat web: pollingkita.com/11215?ref=wa (dibuat tanggal 02/01/2019)

Poling keempat ini merupakan poling pertama yang dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan PILKADA Dompu tahun 2020. Diikuti oleh 9 orang bakal calon yang terdiri atas nama-nama yang santer dibicarakan oleh masyarakat. Responden yang terlibat dalam poling ini yaitu 376 orang. Mencermati hasil poling seperti yang terlihat pada gambar terakhir tampak bahwa Prof. Mansyur meraih simpati pengguna Medsos sebesar 60.8%, disusul oleh Arman, SE (14.4%) dan H. Ikhtiar (6.9%). Sisanya tersebar ke 6 orang calon lainnya.
Efek HBY masih adakah?????
Efek HBY yang dimaksud dalam analisis ini adalah pendapat subjektif penulis (bisa salah dan bisa benar), yang menjadikan orang-orang dekat HBY yang ikut dalam poling sebagai referensi untuk menyatakan orang HBY.
Berdasarkan hasil poling pertama, tampak bahwa efek HBY sangat kental dan besar yaitu sekitar 51.6% (hasil dari gabungan suara 4 orang (Ika+H Ihtiar+Yuhasmin+Hj. Ery). Hanya saja dalam poling ini ikut bersaing juga Ika dan Yuhasmin, yang tidak lain adalah anak dan bapak. Keikutsertaan anak dan bapak menimbulkan hasil poling ini sedikit ada bias, tetapi inilah data.
Efek HBY pada poling kedua jauh lebih kecil dibandingkan dengan poling pertama, yaitu sebesar 6.7% (gabungan suara H. Ikhtiar dan Yuhasmin). Pada poling kedua ini sudah tampak bahwa bakal calon yang disurvei merupakan nama-nama yang sering disebut dan diperbincangkan di kalangan masyarakat Dompu dan memiliki peluang untuk maju dibandingkan dengan poling pertama.
Berlanjut pada poling ketiga, efek HBY diwakili oleh keberadaan H. Iktiar dan Yuhasmin dengan persentase perolehan simpati responden pengguna media sosial sebesar 12,8%. Kemudian pada poling keempat, simpati pengguna media sosial terhadap H. Ikhtiar dan Hj. Ery sebagai representasi HBY (efek HBY) sebesar 11.4%.
Secara statistika dan jika dirata-ratakan efek HBY berdasarkan empat poling yang disajikan, maka diperoleh simpati pengguna media sosial sebesar 20.625%.
Fenomena Munculnya Profesor Mansyur
Mencermati hasil keempat poling yang disajikan sebelumnya, tampak bahwa Profesor Mansyur mendapatkan simpati pengguna media sosial yang teratas dengan rincian 43.2%, 49.9%, 46%, dan 60.6% berturut-turut dari poling pertama sampai poling keempat. Secara statistika dan jika dirata-ratakan simpati pengguna media sosial terhadap sosok Prof. Mansyur sebesar 49.925%.
Simpati pengguna media sosial terhadap sosok Prof. Mansyur mengindikasikan bahwa sebagian besar (49.925%) menghendaki adanya pergeseran keinginan masyarakat untuk memilih figur yang cerdas dan punya kepribadian yang kuat. Data hasil poling juga memberikan gambaran bahwa figur yang mendekati (nomor 2) tingkat elektabilitas Prof. Mansyur dari poling pertama sampai poling keempat adalah figur yang berbeda. Hal tersebut disebabkan karena poling dilakukan oleh simpatisan yang berbeda dengan melibatkan bakal calon yang berbeda pula.
Berdasarkan analisis dan kajian singkat di atas, dapat kita simpulkan bahwa efek HBY yang didengungkan oleh pemerhati Medsos dengan hasil poling melalui medsos bertolak belakang. Ternyata, efek HBY hanya sebesar 29.625%, jauh di bawah dari elektabilitas rata-rata yang diperoleh Prof. Mansyur (49.925%).
Pernyataan subjektivitas pemerhati medsos tanpa disertai dengan data merupakan perilaku yang patut untuk tidak dicontoh.
Bravo Prof. Mansyur – Prof. Madani. Semoga Allah SWT meridhai setiap usaha dan aktivitas dalam mewakafkan diri untuk dana mbari “Nggahi Rawi Pahu”. (*)
*) Penulis adalah Tim Muda Kreatif Prof. Madani.

Mantap insya allah menang..