DOMPU, Lakeynews.com – Forum Keserasian Sosial (FKS) “Oi Gentu” Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, menggelar Dialog Tematik dengan topik “Mencegah Paham Radikalisme Berbasis Kekerasan.” Dialog forum yang diketuai Muhammad Jufrin, S.Pd dan Sekretaris Ihsan, S.Pd tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa O’o, Kamis (11/7).

Sekretaris Dinsos Dompu Drs. Abdul Haris saat membuka Dialog Tematik yang digelar FKS “Oi Gentu” Desa O’o di Aula Kantor Desa setempat, Kamis (11/7). Dia didampingi beberapa narasumber. (zar/lakeynews.com)

Kegiatan langka itu dibuka Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Dompu Drs. Abdul Haris dengan menghadirkan beberapa narasumber dari institusi dan instansi terkait, serta pimpinan pondok pesantren (Ponpes).

Para narasumber tersebut, Sekretaris Dinsos Drs. Abdul Haris, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Khaerudin, Pimpinan Ponpes Utsman Bin Affan (UBA) O’o Ustadz Zainudin (Ustadz Zen) dan Dandim 1614/Dompu diwakili Danramil 1614-01/Dompu Kapten Inf. Muhammad Yamin.

Sayangnya, pembicara dari unsur kepolisian tidak sempat hadir untuk menyampaikan materi. “Informasi yang yang kami terima dari Bhabinkamtibmas Desa O’o, pembicara dari Polres Dompu tidak bisa hadir karena sedang ada kunjungan,” kata Ketua FKS “Oi Gentu” Muhammad Jufrin pada Lakeynews.com, usai acara.

Penyelenggara menghadirkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta penyelenggara pemerintahan di Desa O’o untuk mengikuti kegiatan itu.

Tampak beberapa anggota BPD O’o seperti, Firdaus Maman, S.Pd, Sumatrowijoyo, S.Pd. Hadir juga, Ketua LPMArifudinsyah, S.Pd, Ketua Lembaga Adat H. Syamsudin Sa’ala, Sekretaris Bumdes Firmansyah, S.Pd, dan lainnya.

Ketika membuka kegiatan itu, Abdul Haris mengungkapkan, di Kabupaten Dompu ada beberapa desa yang terjamah Program Keserasian Sosial. Antara lai, Desa O’o, Manggena’e, Dorebara dan Sorisakolo.

“Program ini untuk menjaga dan melestarikan perdamaian di daerah atau wilayah yang dinilai rawan konflik,” jelas Haris dalam sambutannya.

Haris mengakui, dulu wilayah Desa Oo cukup rawan dan sering terjadi konflik sosial. Namun, sekarang tidak lagi. “Ini berkat peran serta semua pihak,” pujinya.

Ketua FKS “Oi Gentu” Desa O’o Muhammad Jufrin, S.Pd, (depan paling kanan) bersama para peserta dialog tematik. (zar/lakeynews.com)

“Berkat hubungan baik dan kerja sama semua pihak, alhamdulillah sekarang sudah tidak terdengar lagi konflik sosial di Desa O’o. Terutama tokoh agama, para ustadz, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bersama-sama pemerintah dan pihak terkait lainnya,” sambung pria berpembawaan tenang itu.

Pada kesempatan itu, secara khusus Haris memberikan apresiasi kepada para ustadz di Desa O’o. “Terutama atas perannya yang luar biasa dalam membina dan membimbing generasi berakhlak dan berbudi pekerti yang baik,” ujarnya

Masyarakat, kata Haris, lebih fokus pada kegiatan yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupannya, termasuk sibuk di pertanian. “Sekarang masyarakat rata-rata sudah sejahtera,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desa O’o Aidin, S.Pd, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam dengan terselenggaranya dialog tematik tersebut.

Dia berharap, ke depan berdampak pada makin kondusifnya keamanan dan kedamaian masyarakat di desa itu. (zar)