BIMA, Lakeynews.com – Zenazah Sukri Yahya (46), sore tadi (4/7) langsung dimakamkan di kampung halamannya, Pemakaman Umum Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima.

Putri sulung almarhum Sukri Yahya, Wana, menangis histeris sembari menempelkan badan di atas kubur ayahnya. (ist/lakeynews.com)

Sukri, pagi tadi ditemukan tak bernyawa di tengah Sungai Sori Mangge, Dusun SP2 Nangakara, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pria yang saat ini bertani di wilayah Soritatanga itu diduga kuat akibat jatuh di jurang sekitar 50 meter setelah kakinya terpeleset.
Baca juga: http://lakeynews.com/2019/07/04/diduga-jatuh-di-jurang-sukri-tewas-terapung-di-sungai/

Sebelumnya, warga Mpili dan sekitarnya, begitu mengetahui dan memastikan korban ditemukan meninggal, langsung melakukan penggalian makam pria kelahiran Desa O’o Donggo itu.

Begitu tiba dan diturunkan dari mobil ambulan, jenazah almarhum Sukri disambut isak tangis keluarga dan warga Mpili. (ist/lakeynews.com)

Jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulan Desa Soritatanga menuju Desa Mpili. Isak tangis bahkan teriakan histeris menggelegar dari sejumlah keluarga dan warga, begitu mobil ambulan tiba hingga jenazah masuk rumah duka, siang tadi.

Suasana saat prosesi pemakaman juga demikian. Pekikan histeris istri dan putri-putri almarhum, keluarga dan sejumlah pengantar jenazah tak terbendung. Mulai jenazah dikeluarkan dari keranda, dimasukan ke liang lahat, hingga usai pemakaman.

Jenazah almarhum Sukri, ketika dimasukkan ke liang lahat di Pemakaman Umum Desa Mpili. (ist/lakeynews.com)

Selain menangis tersedu-sedu, salah satu dari tiga putri almarhum seolah tidak ingin berpisah, ingin memeluk dan terus menempelkan badannya di atas pemakaman ayahnya.

“Ayah… ayah… ayah… Aku ingin (ikut) pergi bersama ayah,” itulah kata-kata putri sulung almarhum, Wana, menangis sembari menempelkan badan di atas kubur ayahnya. (won)