Demo di Mapolda, GMD Tuntut Berantas Mafia Narkoba dan Copot Kapolres Dompu

MATARAM, Lakeynews.com – Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., memerintahkan jajarannya untuk memecat oknum yang terlibat kasus Narkoba. Sebab, prilaku buruk oknum anggota yang demikian merusak citra kepolisian.

“Kapolda telah memerintahkan untuk menindak tegas setiap oknum anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam kasus Narkoba. Bahkan sampai tahap pemecatan,” tegas Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya.

Penegasan tersebut disampaikan Dewa Putu Maningka Jaya, saat menerima massa Gerakan Mahasiswa Dompu (GMD) – Mataram yang melakukan demo di Mapolda NTB, Senin (1/7) pagi tadi.

Aksi massa menyambut momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, peringatan Hari Jadi Polri dan Hari Bhayangkara ke 73 tersebut menyoroti maraknya peredaran Narkoba di NTB, khususnya di Kabupaten Dompu.

Dalam aksi tersebut, massa yang dikoordinatori Imam Syahrullah mendesak Kapolda NTB memberantas peredaran Narkoba di NTB, khususnya di Dompu. Selain itu, massa GMD juga meminta Kapolda mencopot Kapolres Dompu beserta anggota Sat Resnarkoba karena dinilai tidak mampu memberantas peredaran Narkoba di daerah itu.

Saat beraksi di Mapolda yang berkedudukan di Jalan Langko Kota Mataram, massa membawa beberapa pamflet. Antara lain bertuliskan; Say no to drug, Copot Kapolres Dompu, serta Berantas narkoba, berantas mapia narkoba di Dompu.

Di depan Mapolda, perwakilan massa berorasi secara bergilir. Menurut mereka, saat ini Dompu menghadapi masalah yang pelik terutama terkait peredaran narkoba. “Bahkan, diduga ada oknum aparat terlibat dalam peredaran Narkoba. Apabila ditemukan adanya oknum aparat yang terlibat, kami meminta agar ditindak tegas dan dipecat dari kepolisian,” tegas salah satu orator.

Di moment peringatan Hari Jadi Polri dan Hari Bhayangkara ke 73 yang jatuh pada hari ini, kami meminta kepada Kapolda NTB untuk berkomitmen memberantas Narkoba di NTB, terutama Kabupaten Dompu.

Massa siap menjadi garda terdepan dalam mengontrol pihak kepolisian dalam penanganan kasus-kasus Narkoba yang terjadi di Dompu. “Beberapa bulan yang lalu terjadi permasalahan peredaran Narkoba yang melibatkan orang asing masuk ke NTB dengan membawa Narkoba. Hal ini sangat membahayakan bagi kita semua,” tandasnya.

Pada sisi lain, massa mengapresiasi kinerja jajaran Polda NTB yang telah mengungkap peredaran Narkoba dengan menangkap bandar besar di Dompu. Namun yang dipertanyakan mereka, karena tempat tinggal oknum yang disebut-sebut jadi bandar besar yang ditangkap pihak kepolisian beberapa waktu lalu, dekat dengan kediaman Kapolres dan Mapolres Dompu. “Hal ini sangat memalukan bagi institusi kepolisian,” tegasnya.

Massa meminta siapapun yang terlibat dalam kasus Narkoba harus ditindak tegas. Oknum aparat kepolisian dan penegak hukum yang terlibat juga dipecat. “Karena hal itu akhirnya merusak tatanan kehidupan generasi bangsa,” paparnya.

Massa aksi tersebut, diterima Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya. “Kami jajaran Polda NTB berkomitmen memberantas Narkoba,” ujar Dewa Putu di hadapan dan menanggapi tuntutan massa itu.

“Apabila memang ada informasi terkait adanya oknum anggota yang terlibat dalam kasus Narkoba, kami membuka diri dan menindak tegas. Kita membutuhkan bukti yang kuat untuk memprosesnya,” sambung Dewa Putu.

Kepolisian, kata Dewa Putu, tidak menutup diri terhadap kritik dari mahasiswa terkait adanya oknum polisi yang diduga terlibat Narkoba. “Kapolda NTB telah memerintahkan untuk menindak tegas oknum yang terlibat Narkoba. Bahkan sampai tahap pemecatan,” tegasnya lagi.

Terkait penangkapan bandar Narkoba yang berdomisili dekat dengan kediaman Kapolres dan Mapolres Dompu, Dewa Putu mengatakan Polda NTB masih mendalaminya. (gus)