DOMPU, Lakeynews.com – Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yayasan Pendidikan Islam (STKIP YAPIS) Dompu meraih Program Hibah dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemen-Ristek Dikti) RI Tahun 2019.

Program hibah yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Bermawa) itu adalah “Pemberdayaan Musik Tradisional Kalero dan Andeko pada Masyarakat Donggo di Dompu sebagai Upaya Pelestarian Budaya Daerah”.

Tim Pelaksana Program ini semuanya mahasiswa. Tim diketuai Nur Anisyah, dengan empat anggota; Titin Muslimah, Haryono, Siti Aisyah dan Yeni Saeni.

Kegiatan ini menurut Pembina Program Kreativitas Mahasiswa/Pengabdian kepada Masyarakat (PKM/M) STKIP YAPIS Dompu Sugerman, S.Pd, M.Pd, bermitra dengan Desa Karamabura, Kecamatan Dompu.

“Nota kesepahaman (MoU)-nya sudah ditandatangani oleh Tim Pelaksana Program dan Pemerintah Desa Karamabura, beberapa waktu lalu,” kata Sugerman yang juga ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP YAPIS Dompu itu.

Apa saja tujuan dari program ini?

Menjawab pertanyaan itu, Suger menyebut salah satunya, mengembangkan budaya tulis mahasiswa. Kemudian, “mengenalkan musik/budaya tradisional Donggo pada masyarakat Donggo khususnya dan pada masyarakat Dompu dan Bima,” sambungnya.

Selain itu, papar Suger, program ini mengembalikan marwah budaya daerah yang telah hilang. “Juga, meningkatkan daya saing mahasiswa STKIP YAPIS Dompu di tingkat nasional,” tandas pada Lakeynews.com, Selasa (18/6) siang ini.

Suger lalu memaparkan bentuk-bentuk kegiatan dalam program ini. Diantaranya, menyosialisasikan kegiatan/program di media sosial (Medsos) dan media massa, merekrut pemain dan pelatihan musik.

“Satu lagi kegiatannya, penulisan artikel ilmiah dengan judul Strategi Pembinaan dan Pengembangan Musik Kalero dan Andeko,” urainya. (zar)