BIMA, Lakeynews.com – Pengamanan Bandara Muhammad Salahuddin Bima kini ditingkatkan. Hal tersebut, menyusul kasus pemalakan turis yang diduga dilakukan oknum porter dan sopir taksi bandara, serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) oleh pelaku bercadar.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP Bagus Wibowo menjelaskan beberapa langkah pihaknya, terutama setelah video kasus dugaan pemalakan turis mencuat dan sempat viral. “Langkah-langkah yang kami lakukan, bekerja sama dengan pihak bandara untuk mencegah terjadinya (terulangnya) hal tersebut,” kata Bagus pada Lakeynews.com.
(Baca juga: http://lakeynews.com/2019/06/07/video-oknum-porter-dan-preman-bandara-bima-diduga-palak-turis-viral-di-medsos/ )

Kapolres Bagus mengaku, pihaknya bersama pihak bandara akan meningkatkan pembinaan terhadap semua kelompok usaha yang menjalani aktivitas di bandara. “Selain itu, kami akan meningkatkan pengamanan bandara sehingga hal seperti itu tidak terjadi lagi,” janjinya.

Kepada semua pihak, khususnya yang ada di sekitar bandara, Bagus mengimbau dan mengajak agar bersama-sama menjaga keamanan bandara dari segala mancam gangguan yang bisa merusak keamanan dan kenyamanan.

“Sebagai tuan rumah yang baik, seyogianya kita berikan tampilan yang baik dan ramah kepada setiap tamu yang datang melalui bandara,” imbuh Bagus.

Baca juga: http://lakeynews.com/2019/06/09/polisi-dalami-kasus-pemalakan-turis-di-bandara-bima/

Bagus juga mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat, bila mengalamai kendala atau permasalahan agar segera melapor kepada aparat kepolisian atau petugas lain yang ada di bandara. “Kami selalu siap melayani masyarakat. Semoga ini adalah kejadian yang pertama dan tidak akan pernah terjadi lagi,” tandasnya.

Pemilik Kendaraan Bayar Jasa Parkir di Pintu Keluar tanpa Karcis Masuk

Hal senada disampaikan Kapolres melalui Kapolsek KP3 Udara Muhammad Salahuddin Bima IPDA Guntur. “Sistem pengawasan dan pengamanan kolektif di Bandara Muhammad Salahuddin Bima harus diperketat mulai dari pintu masuk utama, pekarangan bandara hingga ke pintu keluar,” paparnya.

Portal pada pintu masuk pertama di bandara sudah lama rusak. Namun sampai saat ini belum juga diperbaiki. Akibatnya, setiap kendaraan yang masuk bandara tidak mendapat karcis masuk karena alasan mesinnya rusak. “Setiap kendaraan yang masuk tidak diberikan karcis masuk, kecuali penarikan jasa parkir pada portal di pintu keluar,” terang Guntur dikutip dari visionerbima.com.

Baca juga: http://lakeynews.com/2019/06/09/bandara-bima-kecolongan-lagi-motor-pengunjung-diembat-garong-bercadar/

Menurutnya, jika mesin penarikan parkir pada portal di pintu masuk utama rusak, seharusnya pihak bandara melakukan dengan cara manual. Bisa bekerja sama dan menggunakan jasa petugas kepolisian, perhubungan dan lainnya.

Dengan demikian, setiap pengunjung bandara memiliki dua karcis, masuk dan keluar. “Saat ini, pemilik kendaraan yang masuk bandara hanya membayar jasa parkir di pintu keluar tanpa adanya karcis masuk,” tandasnya. (won)

Baca juga :