BIMA, Lakeynews.com – Pengamanan Bandara Muhammad Salahuddin Bima kecolongan lagi. Belum tuntas penanganan masalah pemalakan turis yang diduga dilakukan oknum porter dan sopir taksi bandara, kini muncul kasus baru. Yakni pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Sepeda motor Yamaha Mio 125 milik salah satu pengunjung, Juraidin, raib di parkiran bandara bagian selatan, Minggu (9/6/2019) pagi. Kasus Curanmor juga pernah terjadi di bandara terkait, beberapa tahun lalu.

Aksi pelaku yang belum diketahui identitas dan rimbanya tersebut, sempat terekam CCTV bandara. Sepeda motor pegawai butik Mutmainah itu diembat garong bercadar.

(Baca juga: http://lakeynews.com/2019/06/07/video-oknum-porter-dan-preman-bandara-bima-diduga-palak-turis-viral-di-medsos/ )

Berdasarkan rekaman dari CCTV itu, pelaku jalan kaki, masuk kawasan bandara melalui pintu masuk. Kemudian menuju tempat parkir, lalu menyabet sepeda motor Mio tersebut.

Dikonfirmasi kasus tersebut, Kapolres Bima Kabupaten melalui Kapolsek KP3 Udara Muhammad Salahuddin Bima IPDA Guntur membenarkannya. Pihaknya sudah menerima pengaduan awal dari korban yang sehari-hari sebagai karyawan Butik Mutmainnah di bandara. “Pelakunya masih terus kita selidiki,” terang Gunturr.

Menurutnya, setelah membongkar kontak motor itu, pelaku langsung kabur, tanpa membayar karcis. “Wajah pelaku tidak dikenal oleh petugas portal, karena menggunakan hijab dan mukanya ditutup pakai cadar,” kata Guntur di kantornya, Minggu (9/6/2019).

Dikutip dari visionerbima.com, Guntur mengatakan, sepertinya pelaku mengintai sebelum beraksi. “Setelah mengambil kendaraan itu, pelaku kabur menuju arah Talabiu (Kecamatan Woha). Saat beraksi, wajah pelaku tidak berhasil direkam karena membelakangi CCTV,” bebernya.

Diakui Guntur, pelaku Curanmor menggunakan cadar merupakan modus baru di bandara. “Kami berharap ke depan sistem pengawasan dan pengamanan kolektif di bandara harus diperketat agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” ujarnya. (won)