( Pesan Moral Buat Bupati dan Ketua DPRD ke Mendatang )

Oleh : Ir. Muttakun *)

Bersama beberapa orang teman meluncur ke wilayah selatan Kabupaten Dompu (Dompu selatan).

Semoga dengan kunjungan dan assesment potensi alam ini, akan bangkit kesadaran masif untuk mengelola kekayaan alam dengan sebaik-baiknya hingga mampu memberi kesejahteraan buat masyarakat lokal.

Sektor industri pariwisata menjadi alternatif untuk meningkatkan PAD Kabupaten Dompu, sekaligus membuka lapangan kerja baru yang tidak mampu lagi disediakan oleh sektor pertanian yang berbasis teknologi mekanik.

Sudah saatnya Pemkab Dompu untuk serius memperhatikan pengembangan pariwisata wabil khusus pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Demikian pula, desa harus mampu menjadi penyangga sektor pariwisata, sehingga saling sinergis dan saling menguatkan antara pemerintah desa dengan Pemkab yang didukung penuh oleh stakeholder.

Harus ada upaya serius untuk menyusun dan menyosialisasikan Blue Print dan Renstra Pengembangan Destinasi dan Industri Wisata. Itupun jika ada.

Tentu saja upaya ini akan berhasil jika Pemkab Dompu dan Pemprov NTB mau membuka diri dengan mengajak seluruh stakeholder untuk bersama berpikir, mengkaji dan merumuskan grand design bagi pengembangan pariwisata.

Yang sangat kurang dan terlihat tidak masif yang dilakukan oleh Pemprov maupun Pemkab adalah belum adanya kepedulian dan perhatian terhadap potensi pariwisata yang dimiliki masyarakat Kabupaten Dompu. Sehingga, tidak pernah terlihat untuk mengajak stakeholder agar bisa urun rembug dalam menyusun blue print dan rencana strategi pengembangan pariwisata.

Kita bisa melihat, seberapa sering Pemprop dan Pemkab mengadakan seminar dan lokakarya yang memperlihatkan bahwa ada upaya serius dari Pemprop maupun Pemkab untuk mengembangkan pariwisata di Dompu.

Yang terlihat selama ini hanya kegiatan serimonial yang tidak mendukung sama sekali pengembangan pariwisata, apalagi yang mengangkat kearifan lokal.

Jika melihat gerakan pengembangan jagung yang begitu gencar dan sukses mengantar Bupati Dompu dan masyarakatnya hingga ke tingkat nasional, lantas apakah roh gerakan dalam pengembangan jagung tidak bisa diterapkan ketika kita ingin mewujudkan keberhasilan dalam pengembangan pariwisata?

Ternyata kita hanya butuh kepedulian serta perhatian yang sama, seperti ketika mengembangkan komoditas jagung. Semua itu hanya butuh satu orang yang peduli dari eksekutif dan ditambah satu orang yang responsif serta tanggap dari legislatif dengan kebijakan politik dan anggaran.

Jika dua itu sudah bisa duduk bersama dan seirama dalam melihat Bumi Nggahi Rawi Pahu ini, maka tidak akan ada yang tidak bisa dibuat dan dipoles “negeri mungil” yang penuh dengan potensi alamnya ini.

Tulisan dalam postingan ini menjadi pesan moral buat siapapun Bupati dan ketua DPRD nantinya agar sedapatnya bersinergis dalam memajukan Bumi Nggahi Rawi Pahu. Perlu terobosan untuk segera mengangkat sektor pariwisata sebagai sektor andalan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan masyarakat harus jadi fokus. Tidak boleh ada kesejahteraan hanya untuk kelompok tertentu yang berdampak adanya ketidakadilan bagi masyarakat marginal.

Saatnya kita re-Design Arah dan Tujuan Pembangunan Dompu. Tentu saja pembangunan berkelanjutan menjadi kunci yang dapat membuka dan membangun kesadaran kolektif kita semua agar generasi berikutnya ikut juga merasakan pembangunan yang berhasil ditorehkan oleh kita semua saat ini.

Kecuali satu…
Jika kita ingin membuat generasi berikutnya terkubur dan terpendam oleh arogansi kita dalam membangun negeri ini, maka mari kita halalkan segala cara untuk eksploitasi demi mewujudkan kesejahteraan sesaat untuk diri kita tanpa memikirkan generasi mendatang yang juga memiliki hak atas sumber daya alam.
Wallahu’alam bissawab. Semoga! (*)

*) Penulis adalah Caleg Terpilih Partai NasDem Dapil 1 DPRD Kabupaten Dompu.