MATARAM, Lakeynews.com – Aksi penolakan terhadap wacana Referendum Aceh Merdeka terus meluas di Indonesia. Jumat (31/5/2019) sore tadi, belasan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Indonesia (PAPI) menggelar mimbar bebas di Simpang Empat BI, Jalan Pejanggik, Kota Mataram.

Aliansi PAPI menggelar mimbar bebas menolak referendum Aceh merdeka. (gus/lakeynews.com)
Massa yang dipimpin Amal Ikhlas itu, menolak Aceh merdeka atau menentukan nasib sendiri. Mereka mendesak aparat keamanan untuk menangkap Muzakkir Manaf atau Mualem karena dinilai menghasut rakyat Aceh untuk merdeka.
“Kami mengutuk siapa saja yang coba merusak NKRI. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga NKRI. Dan, kami berharap rakyat Aceh menghargai seluruh perjuangan para pahlawannya yang memerdekakan Indonesia,” tuntut Aliansi PAPI dalam pernyataan sikapnya.
Saat berorasi, perwakilan massa mengungkapkan, awal 1999 merupakan peristiwa kelam bangsa ini, karena harus kehilangan Timor Leste (Timor Timur) dari pangkuan Ibu Pertiwi karena konflik yang berkepanjangan.
Pada 2019 seruan Aceh Merdeka oleh para pemimpin Aceh membuat kegaduhan baru, sehingga terjadi disintegrasi bangsa. Jika referendum ini makin serius, massa khawatir bangsa Indonesia akan semakin menipis dan punah.
“Kami meminta kepada aparat keamanan TNI dan Polri agar segera menangkap Muzakkir Manaf dan otak intelektual di balik seruan referendum Aceh merdeka yang membuat kegaduhan baru Pasca-Pemilu 2019,” tandasnya.
Massa mengajak seluruh elemen bangsa untuk mempertahankan NKRI dan menolak Referendum Aceh merdeka sampai akhir zaman agar NKRI harus tetap ada. (gus)
