Oleh: Herman Pelangi *)
Saat ini, Pilkada Dompu mulai hangat diperbincangkan, baik di warung-warung kopi, facebook, grup-grup WA dan di tempat-tempat lainnya. Bahkan para bakal calon sudah mulai membangun komunikasi politik dan sosialisasi dengan partai politik maupun dengan konstituen (pemilih).

Herman Pelangi. (ist/lakeynews.com)
Dari perbincangan atau komunikasi politik yang dibangun itu, adakah ruang bagi bakal calon dari kaum hawa untuk ikut berpartisipasi dalam kontestasi (menjadi calon)?! Para pimpinan partai politik, politisi, aktivis dan pemilih yang dapat menjawabnya.
Sementara sejatinya demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memberikan kesempatan sama terhadap siapapun warga negara, termasuk perempuan untuk partisipasi dan berkompetisi dalam Pilkada, termasuk Pilkada Dompu kedepan.
Menurut penulis, ada tiga bacaan kenapa perempuan menarik diperbincangkan dan tentunya akan menjadi magnet tersendiri dalam kontestasi politik elektoral lokal Dompu.
Pertama, dilihat dari aspek historis (sejarah). Selama ini, dalam sejarahnya, tidak pernah ada kepala daerah atau wakil kepala daerah perempuan di Kabupaten Dompu, bahkan sejak Pilkada langsung digelar.
Kedua, Akseptabilitas (penerimaan). Oleh karena tidak pernah ada, maka ketika nantinya ada calon kepala daerah atau wakil kepala daerah dari kalangan perempuan, tentunya akan mendapat penerimaan (respon) positif di kalangan masyarakat.
Ketiga, Quantitas. Kalau kita merujuk pada data pemilih pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya, pemilih perempuan secara kuantitatif, jumlahnya lebih banyak daripada pemilih laki-laki.
Pelaksanaan Pilkada Dompu
Pilkada Dompu dilaksanakan pada September 2020 bersama dengan seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang telah melaksanakan Pilkada tahun 2015. Sesuai dengan amanat UU 10/Tahun 2016 tentang Pilkada.
Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang terpilih adalah 2021-2026. Namun jabatan tersebut dilaksanakan hanya sampai tahun 2024 karena adanya pelaksanaan Pilkada serentak nasional pada tahun itu.
Penulis berharap, Pilkada Dompu 2020 muncul figur-figur perempuan agar demokrasi lebih sehat. Pintu masuknya adalah partai politik yang harus menyeleksi dan melakukan rekrutmen tanpa diskriminasi dengan melihat integritas, kapasitas dan kapabilitas bakal calon. Semoga!! (*)
*) Penulis adalah penikmat Pilkada.
