JAKARTA, Lakeynews.com – Paslon Presiden/Wapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) akhirnya mengajukan gugatan secara resmi melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Sandiaga Uno didampingi tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandiaga yang dikomandoi Hashim Djojohadikusumo. (ist/lakeynews.com)
“Hari ini kami, Prabowo-Sandi mengajukan gugatan secara resmi melalui Mahkamah Konstitusi. Jalan ini kami tempuh sebagai bentuk tuntutan dari masyarakat, tuntutan rakyat Indonesia atas kekecewaan dan keprihatinan rakyat terhadap pelaksanaan Pemilu,” kata Sandi di Jakarta, Jumat (24/5/2019.
Sandi didampingi sejumlah tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandiaga yang dikomandoi Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo), menegaskan, sangat sulit untuk mengatakan bahwa Pemilu kita sudah berjalan baik, jujur dan adil.
“Kami mendapatkan berbagai laporan dari anggota masyarakat yang melihat dengan mata kepala sendiri dan mengalami banyak ketidakadilan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu kemarin,” kata Sandi yang video maupun teks berisi sama juga diluncurkan melalui laman FB-nya, malam ini.
Rakyat Indonesia, menurutnya, luar biasa hebat. Mereka ingin mengambil peran dan menjadi bagian dalam menentukan nasib bangsa ini. Rakyat sangat bersemangat karena ingin memperbaiki kesejahteraan mereka sehari-hari yang sampai sekarang dirasakan semakin sulit.
“Mereka ingin memperbaiki ekonomi negara kita dan memperbanyak peluang-peluang yang tersedia untuk anak-anak bangsa, anak-anak negeri,” beber Sandi.
Dikatakannya, kesempatan rakyat Indonesia dalam menentukan nasibnya inilah yang harus dijamin melalui proses demokrasi, proses pemilihan umum yang jujur dan adil.
Bagi Prabowo-Sandi, perlu adanya evaluasi yang mendalam terhadap berbagai aspek pemilu yaitu dari sisi manajerial, pengelolaan data, pengelolaan pemangku kepentingan atau stakeholder dan berbagai aspek lainnya yang sangat penting dalam melaksanakan Pemilu yang jujur dan adil.
“Ini harus secara serius dan tuntas diperbaiki untuk memastikan demokrasi kita yang tidak terus diciderai,” tegasnya. (tim)
