
BIMA, Lakeynews.com – Upaya peningkatan cakupan penanganan penyakit kusta terus digenjot pemerintah. Mewujudkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima mengadakan Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Penemuan Kasus Kusta melalui Kampanye Eliminasi Kusta yang berlangsung di Aula SMKN 3 Kota Bima, Rabu (28/11/2018).
Bupati Bima diwakili Asisten I (Bidang Pemerintahan dan Kesra) Setda Kabupaten Bima H.M. Qurban, SH, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membantu dan berkoordinasi dengan Kemenkes dalam penanganan kasus kusta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr. H. Ganis Kristanto, menjelaskan pertemuan tersebut merupakan kerja sama antara Dikes Kabupaten Bima dengan Kemenkes. Kegiatan itu menghadirkan 73 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, dokter Puskesmas, LSM dan jurnalis.
“Kegiatan ini untuk lebih mengintensifkan penanganan kasus kusta di Kabupaten Bima sebagai salah satu dari tiga wilayah di NTB yang relatif masih mempunyai kasus kusta,” jelasnya.
Ganis juga memaparkan, wilayah-wilayah di Kabupaten Bima yang terdapat penderita kusta.
Pada sesi diskusi, narasumber dari Kemenkes Rita Yulihane menguraikan materi tentang situasi dan kebijakan program pencegahan dan pengendalian penyakit kusta.
Rita mengatakan, Kabupaten Bima merupakan salah satu dari tiga kabupaten/kota di NTB yang memiliki rasio penderita penyakit kusta 1:10.000 (1 berbanding 10.000 penduduk). “Sesuai target nasional, harus dilakukan eliminasi hingga mencapai 0 per 10.000 penduduk,” ungkapnya.
Dikatakan Rita, salah satu solusi yang bisa dilakukan yaitu mengintensifkan lebih dini dalam masa inkubasi yang cukup lama antara 1 sampai 5 tahun. “Juga jangan sampai ditemukan penderita dalam kondisi cacat,” ungkap Rita. (tim)
