
DOMPU, Lakeynews.com – Untuk kali kesekiannya, duta Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR/MPR RI, H. Muhammad Syafrudin, ST. MM, kembali hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menghidupkan semangat NKRI melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Rabu (17/10/2018) siang.
Kehadiran wakil rakyat utusan Provinsi NTB ini beda dengan kehadiran sebelumnya. Selain kepala desa, Babinsa Bhabinkamtibmas dan sekitar 200 lebih warga setempat, Syafrudin didampingi dua orang staf MPR.
Pada kesempatan itu, Syafrudin mengatakan, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk mengingatkan kembali pada nilai-nilai Pancasila dan pentingnya generasi muda memahami tata nilai kebangsaan NKRI. Sehingga, ke depan bangsa ini tidak kehilangan roh perjuangan dan tujuan bernegara.
“Ada Pancasila, ada Undang-undang Dasar dan ada NKRI. Ini merupakan rangkaiannya, dan terakhir ada Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara kita, siapapun kita tetap satu yaitu Indonesia,” imbuhnya.
Dikatakan Syafrudin, NKRI dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda latar budaya, suku, dan agama, namun merupakan satu kesatuan yang utuh, yang tidak menjadikan perbedaan itu sebagai pemecah belah, melainkan memandangnya sebagai sebuah kekuatan.
“Berbagai berita yang membuat kita terprovokasi. Kadang ada berita yang baik, ada berita yang tidak baik. Itu membuat dan mudah sekali kita terobsesi, mudah saja kita terbawa dengan berita-berita tersebut,” ujarnya.
Yang terpenting dalam hidup masyarakat, tambah Syafrudin, tertanam rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta memperkuat potensi bangsa seperti gotong royong, kerukunan umat beragama, suku dan golongan dalam bingkai NKRI.
“Beberapa waktu lalu, kita dihadapkan dengan bencana di beberapa kampung halaman kita dan saya juga turut hadir. Setelah selesai di NTB, terjadi lagi di Sulawesi Tengah dan terakhir di Situbondo. Karenanya, di samping itu kehidupan berbangsa dan bernegara, kehidupan sosial kita banyak juga masalahnya,” katanya.
“Karena itu, kami dari MPR RI ini diberikan tugas untuk turun di daerah pemilihannya. Jangan sampai orang di kampungnya tidak mengerti Pancasila. Agak susah bicara, sedikit-sedikit mau ribut kalau bisa diselesaikan dengan musyawarah,” sambungnya.
Setelah acara sosialisasi, dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata berupa tropi MPR RI oleh H. Syafrudin kepada kepala Desa Kampasi Meci. (pis)
