Para ketua komite madrasah Se-NTB pose bersama di sela-sela Workshop Penguatan Komite Madrasah di Hotel Lombok Plaza, Jumat (12/10/2018). (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Presidium Forum Komite Madrasah (FKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), merekomendasikan tujuh poin kepada Gubernur (Pemprov) NTB. Rekomendasi perwakilan Ketua-ketua Komite Madrasah dari Kota/Kabupaten se-NTB itu dikeluarkan dalam pertemuan di Hotel Lombok Plaza, Jumat (12/10/2018).

Menurut Ketua FKM Provinsi NTB Hadi Santoso, ST, MM, semua rekomendasi intinya menunjukkan keseriusan komitmen para ketua komite mengoptimalkan fungsinya dalam turutserta berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTB. “FKM meminta kepada para pemangku kebijakan di NTB, termasuk Pak Gubernur untuk memberikan support atas komitmen tersebut,” paparnya.

Hadi kemudian memaparkan tujuh poin rekomendasi tersebut selengkapnya:
1. Meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD Provinsi NTB untuk secepatnya membentuk Peraturan Daerah (Perda) yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur NTB, serta Edaran Kakanwil Kemenag Provinsi NTB tentang penguatan/penegasan landasan hukum Komite Sekolah/Madrasah guna mendukung optimalisasai fungsi strategis Komite Sekolah/Madrasah sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.
2. Meminta kepada Gubernur NTB untuk secepatnya membentuk serta mengesahkan Dewan Pendidikan Provinsi NTB dan Forum Komite Sekolah/Madrasah Provinsi NTB sesuai amanah UU Nomor 25 Tahun 2000 dan Kemendikbud Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
3. Meminta pada Gubernur NTB dan Bupati/Walikota se-Provinsi NTB untuk memperhatikan/memperlakukan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag Provinsi NTB sebagai satu kesatuan institusi pendidikan di NTB sejajar dengan institusi pendidikan di bawah Kemendiknas, baik dalam aspek supporting kebijakan maupun budgeting anggaran.
4. Meminta kepada Gubernur NTB dan Kakanwil Kemenag Provinsi NTB untuk menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah se-Provinsi NTB untuk secara serius mengoptimalisasikan fungsi komite sebagaimana tertuang dalam perundang-undangan.
5. Meminta kepada Kakanwil Kemeneg Provinsi NTB untuk menyelenggarakan workshop lintas sektoral/lembaga/instansi, sehingga terjadi keseragaman pemahaman antarpemangku kepentingan.
6. Meminta kepada Kakanwil Kemenag Provinsi NTB untuk memberikan alokasi penerimaan tenaga pendidik honorer, mengingat ketimpangan quota tenaga pengajar dibandingkan jumlah siswa.
7. Meminta pada Kanwil Kemenag Provinsi NTB untuk meningkatkan insentif tanaga honorer di lingkup Kanwil Kemenag Provinsi NTB guna meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer.

Rekomendasi tersebut ditandatangani oleh 30 Ketua Komite se-NTB. Antara lain; Rusnan, S.Pd (MI Hidayatul Athfal, Lombok Barat), Salman Alfarisi, S.Pd (MTSN 1 Lobar), M. Syarif Khalili, S.Pdi (MTS Addinul Qayyim Kapek, Lombok Barat), Muhammad Dahlan, M.Pd (MA Nujumul Huda, Lombok Barat), H. Safaruddin, S.Pd (MAN 1 Lombok Tengah), H. Usman, S.Pd.I (MAN 2 Lombok Tengah), H. Sarbini (MTSN 1 Lombok Tengah), L. Tawav Zupri (MTSN 3 Lombok Tengah), Junaidi, M.Pd (MAN 1 Lombok Timur), H. Saidi (MAN 2 Lombok Timur), H. Sudirman, S.Pd (MAN IC Lombok Timur), Ahmad Junaidi (MTSN 2 Lombok Timur), H. Lalu Nurdin (MTSN 3 Lombok Timur), Faisal Salim (MTSN 1 Sumbawa), M. Dahlan Yasin (MAN 1 Sumbawa), Muhammad Alimuddin (MTSN 1 Dompu), Mahrif (MA Fadilatul Islamiyah), H. Suayeb Hasan, S.Pd (MTSN 3 Bima), Drs. Masdin H. Yasin (MAN 1 Bima), H. Syamsul Husain, S.Pd (MAN KSB), Hendra Jayadi, SE (MTSN Sumbawa Barat), Sajidin, S.Pd (MI Raudatul Jannah, Lombok Utara), Satuhu (MTS Rayadhul Jannah Penjor, Lombok Utara), Lalu Hasan Basri, S.Pd.I (MA Bayyinul Ulum Santong, Lombok Utara), H. Tabri, S.Pd (MAN 1 Mataram), Drs. H. Muzakki (MAN 2 Mataram), Abdul Khair, Sh, MH (MTSN 1 Kota Bima), dan Hadi Santoso, ST, MM (MIN Kota Bima). (tim)