
DOMPU, Lakeynews.com – Warga Dusun Soridungga, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu Jaharudin Idris, 41 tahun, dikagetkan dengan penemuan guci antik (kendi, red) atau barang kuno diperkirakan peninggalan kerajaan.
Jaharudin menemukan barang antik tersebut sebanyak 30 lebih guci ketika menggali lubang pembuangan WC di belakang rumahnya pada Sabtu (6/10/2018) lalu.
“Saat sekitar satu meter setengah kedalaman galian, saya kaget melihat barang ini. Kemudian saya mencoba menggali dengan perlahan menggunakan tangan, ternyata barangnya numpuk seperti disusun rapi,” jelas Jaharudin saat ditemui di kediamannya, Senin (8/10/2018) sore.
Jaharudin meyakini, semakin ke dalam pasti semakin banyak. “Saya yakin masih banyak barang seperti itu ke dalamnya. Ini saja sebanyak 30 lebih guci, belum lagi yang sudah pecah, banyak,” ujarnya.
Ditemui di tempat terpisah, Kepala Desa (Kades) setempat Abdullah Mursalin mengatakan, barang-barang tersebut terbuat dari tanah dicampur pasir.
“Tadi pagi saya sempat ke sana. Saya melihat, sepertinya barang itu terbuat dari tanah bercampur pasir,” kata Kades.
Kades ingin melestarikan penemuan itu. Dia akan mendatangi dinas terkait termasuk Kepala Daerah untuk memberitahukan hal tersebut.
“Besok, saya bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa serta perangkat desa pergi cek kembali barang itu. Kemudian saya pergi lapor ke Pak Bupati, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Mungkin ada arahan agar dilestarikan atau bagaimana,” rencananya.
Berdasarkan informasi yang perolehnya dari sejarah, sebelum meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815 silam di tempat itu pernah ditempati Sultan Sanggar ke 12.
“Menurut sejarah yang pernah saya dengar, dulu, di Mbuju ini memang pernah tinggal Sultan Ahmad (Sultan ke 12, red). Juga perkampungan besar ada pelabuhannya waktu itu,” cetusnya. (pis)
