Massa HMI saat beraksi dan melakukan orasi di depan kantor Dinsos Kabupaten Dompu, Kamis (4/10/2018). (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Adanya dugaan salah sasaran dan penyimpangan terhadap Program Keluarga Harapan (PKH), serta dugaan konspirasi dengan pendamping yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu, membuat geram massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu. Barisan mahasiswa Islam itu melakukan unjuk rasa di depan kantor Dinsos, Kamis (4/10/2018).

Ketua Umum HMI Cabang Dompu Herdiansah menilai, masalah terbesar dalam PKH terletak pada pendamping yang mendata masyarakat yang tidak berhak mendapat bantuan tersebut, sehingga banyak temuan di lapangan yang mendapat bantuan PKH tidak tepat sasaran.

“Konspirasi busuk (diduga) terjadi pada Program Keluarga Harapan,” teriak Herdiansyah dalam orasinya di depan kantor Dinsos, Kamis (4/10/2018).

Menurut Herdiansyah, Dinsos mendata melalui pendampingnya telah mencatat orang yang tidak berhak agar dimanfaatkan menarik keuntungan.

“Pendamping Kecamatan dan Pendamping Desa telah melakukan pendataan orang yang telah meninggal, mendata orang yang kaya, mendata orang (berstatus) PNS, untuk kemudian mengambil keuntungan,” ujar Herdiansyah.

Setelah melakukan orasi secara pergantian puluhan pengunjukrasa rasa diterima dan berdialog dengan Sekretaris Dinsos Drs. Abdul Haris. Namun, hasil pertemuan tersebut tidak memuaskan massa, karena tuntutan mereka belum dapat dipenuhi pihak Dinsos.

Tidak puas dengan hasil dialog, massa membubarkan diri dan berjanji sebelum temukan titik terang apa yang menjadi tuntutan mereka, akan ada orasi yang lebih besar lagi.

“Jika Dinas Sosial tidak memberitahukan ke kami terkait data PKH dari tahun 2016 hingga 2018, maka, kami akan terus konsolidasi yang lebih besar lagi, karena kami menilai banyak penyimpangan yang dilakukan oleh Dinas Sosial,” janjinya. (pis)