
DOMPU, Lakeynews.com – Masyarakat Kabupaten Dompu yang masih hidup di bawah garis kemiskinan tercatat dalan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 sebanyak 14,23 persen. Tahun 2017 angka kemiskinan turun menjadi 13,43 persen.
Hal tersebut dipaparkan Kepala BPS Kabupaten Dompu Ir. Peter Willem pada Lakeynews.com di kantornya, Selasa (28/8/2018) siang.
Angka tersebut lebih tinggi dari angka yang kemiskinan yang disampaikan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) saat shalat Ied Idul Adha 1439 Hijriah, di Lapangan Bringin Pendopo Dompu, komplek Paruga Parenta Dana Nggahi Rawi Pahu (kantor Bupati) pada Rabu (22/8/2018) lalu. Saat itu, Bupati menyebut angka kemiskinan di daerahnya tinggal 12 persen lebih.
(Baca:
Peter Willem tidak berani menanggapi pernyataan Bupati tersebut. “Saya tidak berani mengatakan data yang disampaikan itu bersumber dari mana. Kemungkinan itu target,” ujar Peter.
Untuk mengetahui masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, tambahnya, BPS memperoleh data berdasarkan survei secara sampel, tidak secara sensus.
“Kita menghitung kemiskinan ini berdasarkan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susnas, red) yang bersifat makro,” jelasnya.
Apa yang dikeluarkan rumah tangga, baik dalam makanan maupun non makanan, di situlah kemudian dihitung batas garis kemiskinannya.
“Garis kemiskinan ini dinilai berdasarkan makanannya, kalau masih di bawah standar 2100 kalori. Dan, dilihat lagi non makanannya masih berada di bawah garis kemiskinan, baru dikatakan penduduk miskin,” katanya. (pis)
