
DOMPU, Lakeynews.com -Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Dua virus ini dapat mengakibatkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.
Penyakit itu biasanya dialami anak-anak dari usia sembilan hingga 15 tahun, yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella.
Untuk menghindari penyakit tersebut, setiap Puskesmas di Kabupaten Dompu, melakukan imunisasi massal Campak dan Rubella di tiap sekolah dari Agustus hingga September 2018. Seperti yang dilakukan Puskesmas Kota Dompu, Kamis (2/8/2018) mengunjungi SDN 2 Dompu, melakukan imunisasi bagi siswa-siswi.
“Ini kegiatan dari Kementerian Kesehatan yang sudah dicanangkan. Untuk luar Pulau Jawa dimulai tahun 2018, dari tanggal 1 Agustus sampai 31 September. Sedangkan di Pulau Jawa sudah dari tahun 2017,” kata dr. Sriwahyuni pada Lekeynews.com di sela-sela imunisasi.
Menurut Sriwahyuni, untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella yang sangat berbahaya bahkan berdampak pada kematian itu, Puskesmas Kota Dompu melakukan pencegahan dengan cara imunisasi. Kegiatan itu terlebih dulu pada anak-anak sekolah.
“Kalau vaksinasi atau imunisasi itu untuk mencegah dan terhindar dari penyakit berbahaya seperti Campak dan Rubella apalagi penyakit ini efeknya berbahaya, bahkan sampai mematikan,” jelasnya.
Kementerian Kesehatan, lanjut Sriwahyuni, sudah memfasilitasi khusus bata-obatan untuk mencegah penyakit tersebut. “Vaksin dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella dengan cara disuntik. Masyarakat yang belum tahu dengan imunisasi harus mencari tahu informasi, apalagi orang tua menolak imunisasi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Dompu Nurdin AR, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, sangat senang dengan adanya program itu apalagi program itu demi kesehatan anak-anak didik sebagai generasi penerus bangsa.
“Saya sebagai kepala sekolah sangat mendukung program ini agar terhindar dari penyakit yang sangat berbahaya, terlebih bisa berdampak pada kematian,” ujar Nurdin.
Dengan adanya program seperti itu, tambahnya, siswa-siswinya sehat dan cerdas. “Semoga di tahun-tahun yang akan datang bisa diadakan program semacam ini agar anak-anak kita selalu sehat dan cerdas,” harapnya. (pis)
