Ratusan GTT dan PTT berkumpul di depan Gedung Samakai, selanjutnya menuju Dinas Dikpora, DPRD dan Pemda, Kamis (26/7/2018). (poris/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sekitar 700 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Honorer (Figur) Kabupaten Dompu, Kamis (26/7/2018) pagi ini kembali melakukan demo. Mereka menggebrak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Unjuk rasa ratusan guru honorer kali ini, menuntut Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) agar segera merancang regulasi khusus honorer yang memuat Kesejahteraan Honorer, Jaminan Kesehatan, Tunjangan Khusus Honorer, Perekrutan Honorer dan Pengembangan Kompetensi Guru Honorer.

Selain itu, mereka juga meminta HBY agar segera menerbitkan SK Kontrak Daerah kepada seluruh honorer, baik GTT maupun PTT yang melekat di dalamnya dengan penggajian minimal Rp. 300 per bulan.

Awalnya, massa Figur yang datang dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Dompu itu berkumpul di Gedung Samakai. Kemudian menuju Dinas Dikpora, DPRD dan Pemda.

Ketua Figur Kabupaten Dompu Mahfud, S.Pd, mengatakan janji politik HBY adalah pengangkatan SK Kontrak Daerah 3000 orang dan diberikan kesempatan honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk memperoleh sertifikasi.

“Stop penerimaan guru honorer baru dan tolak perekrutan CPNS reguler tahun 2018. Utamakan atau usulkan tenaga honorer yang sudah ada sebagai CPNS 2018,” ujar Mahfud pada Lakeynews.com. (pis)